Scroll untuk baca artikel
Iklan 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BerauBeritaKaltim

Banyak Kecurangan, Surat Edaran ini Akan Meminimalisir Oknum Nakal di SPBU

66
×

Banyak Kecurangan, Surat Edaran ini Akan Meminimalisir Oknum Nakal di SPBU

Sebarkan artikel ini

ARAHNUSANTAR, BERAU (02\09\2026) – Rapat yang dilakukan Forkopimda dalam menindaklanjuti kelangkaan BBM beberapa hari kebelakang, dan setelah melalui analisis dan koordinasi antar sektor, maka dilakukanlah inspeksi dadakan (Sidak) ke sejumblah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di 4 Kecamatan kota terdekat, Tanjung Redeb, Sambaliung, Teluk Bayur, Gunung Tabur.

Dalam operasi Sidak kali ini (02\26) untuk melihat berbagai permasalahan yang terjadi pada stasiun pengisian, sesuai perkiraan tim dilapangan, di temukan ada beberapa fakta dan permasalahan pada setiap SPBU yang berkaitan dengan distribusi BBM.

banner 325x300

Melalui kepala Diskoperindak Berau Eva Yunita menjelaskan, Bupati Berau akan mengeluarkan surat edaran terkait pengaturan BBM di stasiun pengisian bagi para pengecer.

“Tinggal menunggu realisasinya saja,bahkan ini berlaku untuk semua pihak juga ya,”ujar Eva.

Secara umum kejadian yang kerap ditemukan dilapangan adalah penyalahgunaan Barcode untuk melakukan transaksi di lokasi pengisian, menurut Eva. Sistem yang lebih kompleks ini kerap merugikan sesama penerima, kendaraan roda 4 lah yang sering menimbulkan kecurangan tersebut.

“Biasanya penyalahgunaan itu seperti melakukan timpa plat nomor kendaraan, pelaku melapisnya dengan nopol kendaraan lain dan melakukan pengisian, sehingga berujung mobil korban yang platnya di timpa tidak bisa melakukan pengisian BBM,”jelas Eva.

Apa lagi pengisian kendaraan roda 4 akan langsung terbaca oleh pertamina setempat, untuk mobil sendiri diberikan 1 kali periode pengisian dalam sehari. Sehingga jika ada korban yang plat nomornya di timpa oleh oknum nakal, bisa dipastikan kuota pengisian bagi kendaraan korban tidak dapat digunakan lagi, menurut Eva hal tersebut sangat merugikan salah 1 pihak.

Untuk itu dengan keluarnya surat edaran dari Bupati nantinya, diharapkan aparat yang tergabung dalam satuan tugas pengamanan SPBU: Polri, TNI, Satpol PP, Dishub untuk di tempatkan pada stasiun pengisian yang ada. Adapun hasil dari pemantauan tim lapangan akan langsung dikomunikaskan ke Bupati Berau.

BACA JUGA:  Perkuat SDM Kampung, Pemkab Berau Dorong BUMK Jadi Motor Ekonomi Desa

Lainnya, ada SPBU yang sampai melewati jam operasional, belum membuka pelayanan, sehingga tim Sidak langsung berkoordinasi dengan pihak operator untuk segera membuka layanan, agar tidak terjadi penumpukan kendaraan panjang.

Dengan dilakukannya inspeksi yang dibantu dengan Aparat Penegak Hukum (APH) dan satuan teknis pengamanan lainnya, diharapkan sirkulasi kendaraan yang sedang mengantri dapat dikendalikan sampai di perkirakan normal kembali.

“Mereka juga akan memantau penerapan sistem barcode saat pengisian, mungkin akan dilakukan dengan lebih ketat seperti memeriksa Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), agar meminimalisir kecurangan,”tandasnya.-(*F)