ARAHNUSANTARA, BERAU (27/08/2026) – Menghadapi kondisi ekstrim yang terjadi di sejumblah wilayah Kalimantan. Pemerintah bekerjasama dengan lintas sektor penanggulangan bencana, seperti BPBD, BNPB, TNI, Polri serta tim reaksi cepat lainnya berupaya melakukan pemadaman di sejumblah titik pada seluruh wilayah Kabupaten Berau.
Melihat kondisi darurat tersebut. Kemarin (26/2026) Mentri Kehutanan Raja Juli Antoni besama seluruh anggotanya melakukan kunjungan ke Bumi Batiwakkal.
Kedatangannya Kali ini untuk memastikan wilayah yang terdampak lansung akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). dan selanjutnya akan berkoordinasi dengan Tim lapangan dalam menentukan strategi apa dalam upaya memadamkan api yang sampai saat ini masih berkobar.
Dalam hal penyelamatan satwa liar, rombongan Raja ini juga membawa para aktifis hewan untuk melakukan ovservasi sekaligus efakuasi jika diperlukan.
“Di tengah kondisi seperti ini. Memang diperlukan penanganan taktis dalam menanggulangi Karhutla, adapun upaya dalam penyelamatan hewan juga menjadi prioritas kami bersama,”ujar Antoni sesaat tiba di bandara Kalimarau.
Hasil dari pergerakan cepat yang dilakukan olen pihak kementrian kehutanan serta koordinasi yang tepat dengan Forkopimda. Beberapa wilayah di tiga belas kecamatan rata – rata terkontaminasi asap tebal dengan keterangan “Melebihi Baku Mutu” Hal tersebut dapat menimbulkan kualitas udara yang buruk, sampai menyebabkan ISPA jika di hirup dengan jangka waktu yang lama.
Langkah cepat pun diambil untuk mengamankan kondisi masyarakat di tengah situasi genting ini. Melalui surat edaran Bupati No 612 tahun 2026 tentang Perpanjangan Kesiagaan terhadap Karhutla. Yang intinya memperpanjang waktu libur sekolah bagi satuan Pendidikan mulai dari SD, SMP, SMA sederajat sampai tanggal (29/2026)
Adapun aturan presifik yang tercantum pada surat edaran tersebut; Aktifitas diluar dapat dilakukan dengan menggunakan Masker pelindung, selalu meminum air putih, sampai menerapkan hidup sehat.
Dengan melaksanakan surat edaran yang terbit. Masyarakat dapat mencegah secara dini dampak yang ditimbulkan dari masifnya efek Karhutla, masyarakat diminta untuk tidak Panik atas kondisi ini. Karena seluruh tim sedang berupaya maksimal dalam meredam amukan api yang terjadi pada Hutan Kalimantan, serta Berau secara khusus.-(*F)
















