Scroll untuk baca artikel
Iklan 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BerauBeritaKesehatanPeristiwa

Sudah 59 Hektare, Karhutla Kecamatan Derawan Jadi Ancaman Susulan

61
×

Sudah 59 Hektare, Karhutla Kecamatan Derawan Jadi Ancaman Susulan

Sebarkan artikel ini

ARAHNUSANTARA, PULAU DERAWAN (30\08\2026) – Dalam kondisi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Bumi Batiwakkal semakin mengkhawatirkan, tidak sedikit wilayah yang terdampak langsung dari masifnya Karhutla yang sedang terjadi saat ini, efeknyapun sudah masuk wilayah perkotaan sampai membuat kabut tebal.

Melihat hal tersebut, pemerintah harus bergerak cepat dalam penanggulangan musibah kali ini, seperti menonaktifkan sementara proses kegiatan belajar mengajar, dan mewajibkan masyarakat menggunakan masker sebagai alat perlindungan pernafasan.

banner 325x300

Tak terkecuali Kecamatan Pulau Derawan, Puluhan hektare lahan dan hutan sudah terlahap oleh api hampir sepanjang 1 pekan terakhir, menurut Yudha Salisthia Kepala Seksi (Kasi) Ketentraman dan Ketertiban Kecamatan Pulau Derawan menerangkan, dalam waktu seminggu terakhir yakni per tanggal 22 Agustus 2026. Sebanyak 26 kasus kebakaran yang terjadi diwilayah kerjanya. Mulai dari Kampung Kasai, Teluk Semanting, Tanjung Batu.

“Sampai saat ini sudah ada 59,5 Hektare lahan kita yang terbakar sampai sekarang, dan ini sangat mengkhawatirkan,”ujarnya.

Bahkan pertanggal 29 Agustus 2026,luas lahan yang terlahap masih dalam proses pemantauan tim percepatan.baik dari Disdamkar, TNI, Polri,BPBD, BMKG, Redkar (Relawan Pemadam Kebakaran).

Dirinya menyebut, kondisi cuaca panas ekstrim dan perubahan angin yang tidak menentu, membuat sebaran api semakin tak terkendali. Sehingga seluruh tim harus melakukan pemantauan dan memperkirakan titik potensi terjadinya kebakaran lanjutan.

Bahkan upaya pencegahan juga dilakukan serta menjadi prioritas utama ,yakni menghalau sebaran kebakaran yang menyasar pemukiman dan fasilitas umum lainnya.

Sebagai bentuk perhatian kepada masyarakat secara luas, Yudha mengimbau untuk tidak melakukan pembakaran sampah di sekitar rumah padat penduduk, dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya kebakaran (jika terjadi).

Sosialisasi juga sudah dilakukan, demi menjaga kodusifitas antar warga di pemukiman, agar mengurangi aktifitas yang memicu terjadinya karhutla, seperti tidak membakar lahan secara sembarangan, jika terlihat ada titik api Yudha juga berujar, masyarakat secara langsung bisa berkoordinasi dengan pihak yang sedang berjaga di lingkungan setempat.

BACA JUGA:  Ketua DPRD Berau Nilai Akses Berau–Tarakan Dorong Pariwisata di Bumi Batiwakkal

“jika melihat titik api, masyarakat bisa langsung menghubungi tim penanganan Karhutla yang sudah berada di pos jaga terdekat,”imbuhnya.-(*F)