ARAHNUSANTARA, BERAU (01/09/2026) – Dalam 2 hari terakhir penumpukan kendaraan pada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) terlihat penuh dibeberapa tempat.
Hal ini diakibatkan kekosongan BBM eceran disepanjang jalan pada seluruh area kota Tanjung Redeb dan sekitanya.
Sehingga mulai dari Minggu (30/08/2026) sore, banyak display botol minyak eceran dihampir semua kios menjadi kosong tak terisi. Menurut pengamatan awak media, sebagian karena Panik Buying, sehingga masyarakat melihat mulai susahnya eceran di lapangan, dan berbondong – bondong membeli bensin ecer sebagai stok kendaraan bermotor yang digunakan untuk berbagai keperluan.
Melihat peristiwa kosongnya BBM botolan di berbagai tempat, membuat Wakil Bupati Berau Gamalis langsung bergerak cepat untuk memastikan jumblah persediaan dengan mendatangi Jobber di Maluang Kecamatan Gunung Tabur Senin (31/08/2026) sore.
Dalam kunjungannya kali ini untuk memastikan pasokan BBM masuk sebanyak 5000 Kiloliter yang terdiri dari 3.000 Bio solar, 1.500 Pertalite dan 500 Kiloliter Pertamax akan tiba untuk di distribusikan ke SPBU yang ada di Berau.
Gamalis juga berujar, keterlambatan distribusi BBM kali ini dikarenakan padatnya lalu lintas perairan dan penumpukan jumblah kapal ponton pada jalur menuju jobber.
Belum lagi ditambah pasang surutnya air yang membuat sempat terhentinya kapal pengamggkut BBM sambil menunggu pasang air untuk melanjutkan perjalanan menuju penampungan di Maluang.
“Informasinya malam ini sudah mendarat di jobber maluang, setelah itu langsung dilakukannya aktifitas bongkar muat,”terang Wakil Bupati.
Dengan melihat estimasi waktu bongkar muat dan distribusi ke SPBU yang ada. Diperkirakan besok hari selasa (01/09) sebelum jam operational Stasiun Pengisian, BBM sudah kembali tersedia.
Wakil Bupati juga berpesan agar masyarakat tidak perlu khawatir akan susahnya BBM kali ini. Dan tidak melakukan pembelian berulang sehingga memperpanjang antrian.
“Tetap melakukan Pengisian seperti biasa, sesuaikan kebutuhan saja. Insyaallah kuota BBM masyarakat akan terpenuhi, sampai periode pengiriman Kapal Tangki selanjutnya,”tandas Gamalis.–(*F)
















