Scroll untuk baca artikel
Iklan 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BerauBeritaKesehatanPeristiwa

BDR Diperpanjang, Berau Naik Status Jadi “Tanggap Darurat”

56
×

BDR Diperpanjang, Berau Naik Status Jadi “Tanggap Darurat”

Sebarkan artikel ini

ARAHNUSANTARA, BERAU (31\08\2026) – Berau memasuki status tanggap darurat akibat dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi pada banyak titik api yang tersebar di hampir seluruh Kecamatan.

Bahkan isunya, hal ini sudah menjadi perhatian berskala Nasional, asap yang timbul di setiap tempat membuat kabut yang ikut bersama udara dan mendiami admosfir di langit Bumi Batiwakkal, tak sampai disitu. Sulitnya medan ke titik kebakaran menjadi tantangan tersendiri, sehingga tim yang berada dilapangan cukup kesulitan mencapai tempat kejadian untuk melakukan pemadaman.

banner 325x300

Ditemui Bupati Berau Sri Juniarsih, setelah sholat Istisqa dihalaman GOR Pemuda Tanjung Redeb pagi tadi, Sri berujar. Saat dirinya dan tim Forkopimda langsung mendatangi salah satu titik api yang sedang membara, kodisinya sangat memprihatinkan, pasalnya. Keterbatasan personil dan minimnya armada sangat berpengaruh saat eksekusi pemadaman di lokasi.

“Saya terjun langsung kemarin, kodisinya sangat darurat, padahal itu dipinggir jalan loh, bahkan api sudah mulai merembet ke Salah satu tiang listrik. Dan tentu sangat membahayakan,”ujarnya.

Selain itu menurut Sri,kondisi suplai air yang cukup jauh sangat menentukan ketepatan tim dalam melakukan pemadaman secara efisien. Melihat hal tersebut secara langsung Bupati berharap dukungan penuh sari semua pihak,agar bahu membahu mengatasi Karhutla yang saat ini terjadi.

Hal inipun direspon oleh Sekretaris Daerah Muhammad Said. Melihat kondisi saat ini yang berstatus “Tanggap Darurat”, dirinya langsung melakukan koordinasi dengan berbagai lintas sektor, setelah melalui diskusi dan juga analisis terkait cuaca yang saat ini tidak kondusif, diputuskanlah untuk menrilis surat edaran perpanjangan kegiatan belajar dari rumah (BDR) bagi satuan pendidikan dari tanggal 31 Agustus sampai tanggal 2 September 2026, dan melakukan protokol kesehatan,seperti menggunakan masker sampai menerapkan hidup bersih dan sehat, seperti mengkonsumsi air putih juga berolahraga di rumah.

BACA JUGA:  Anggaran Terbatas, Disdukcapil Berau Pastikan Pelayanan Jemput Bola Tetap Berjalan

Rumah ibadahpun turut menjadi sorotan,dalam surat edaran juga ada instruksi pemimpin Rohani untuk mensosialisasikan dampak Karhutla,dan apa saja aktivitas yang tidak boleh dilakukan yang dapat memicu terjadinya kobaran api.

Melihat langkah preventi,yang dilakukan oleh Pemerintah Berau, bantuan juga akan di dapatkan dari personel Polda Kaltim dalam upaya penanggulangan Karhutla.

“Untuk bantuan personel dari Polda,kami sudah berkoordinasi untuk selanjutnya tinggal menunggu instruksi dari atasan mereka (Kapolda), untuk nantinya para personil ini akan ditempatkan pada titik api yang menjadi prioritas pemadaman,”pungkas Said.-(*F)