Scroll untuk baca artikel
Iklan 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BerauBeritaBudayaKaltimPariwisata

Baturunan Parau, Jaga Identitas Lokal dengan Simbol Gotong Royong

53
×

Baturunan Parau, Jaga Identitas Lokal dengan Simbol Gotong Royong

Sebarkan artikel ini

ARAHNUSANTARA, GUNUNG TABUR (20/09/2026) – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Berau ke-73, masyarakat Kecamatan Gunung Tabur menggelar kegiatan Baturunan Parau. Tradisi tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan adat sekaligus momentum mempererat silaturahmi para pemangku adat di lingkungan Kekeratonan.

Secara simbolis, Baturunan Parau merupakan salah satu tradisi gotong royong yang dijalankan masyarakat suku Banua. Kegiatan ini mencerminkan semangat kebersamaan dan kepedulian masyarakat dalam menjaga serta melestarikan nilai-nilai budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

banner 325x300

Wakil Bupati Berau Gamalis dalam sambutannya menerangkan, Baturunan Parau menjadi salah satu bentuk upaya pelestarian budaya lokal sekaligus menjaga persatuan dan kesatuan masyarakat suku Banua.

Menurutnya, keberadaan tradisi lokal memiliki peran penting dalam mempertahankan identitas daerah di tengah perkembangan zaman. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan kebudayaan yang ada di Kabupaten Berau.

“Kami dari pemerintah berkomitmen untuk mendukung penuh pelaksanaan kegiatan budaya di Bumi Batiwakkal, sebagai upaya penguatan identitas daerah,” ujar Gamalis.

Sementara itu, DPRD Berau melalui Wakil Ketua II, Sumadi, menilai kegiatan Baturunan Parau memiliki keunikan tersendiri. Selain menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang kental dengan kesenian lokal, nama dan pelaksanaan tradisi tersebut juga menggambarkan semangat kebersamaan yang melekat dalam kehidupan masyarakat Banua.

Untuk itu, DPRD Berau turut mendorong agar pelestarian budaya terus dilakukan melalui berbagai kegiatan yang mampu merepresentasikan nilai kebersamaan di tengah masyarakat.

Sumadi juga menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan Baturunan Parau. Ia berharap tradisi tersebut dapat terus dipertahankan dan dikenalkan kepada generasi muda agar nilai-nilai budaya lokal tidak hilang serta dapat diwariskan kepada anak cucu di masa mendatang.

BACA JUGA:  Libur Sekolah, Pemkab Berau Promosikan Maratua Music Festival 2026

“Ya, ini sangat menarik perhatian. Kita tahu Berau memiliki keanekaragaman suku dan budaya. Akan tetapi, penting bagi kita mengenal identitas lokal untuk memperkuat persatuan dan kesatuan di daerah Berau,” ujar Sumadi. –(*F)