Scroll untuk baca artikel
Iklan 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BerauBeritaKaltimPemerintahan

Dari Isu Sensitif, Sampai Pelanggaran Ham, Rakorda FKUB Kaltim Akan Fokus Bahas ini

63
×

Dari Isu Sensitif, Sampai Pelanggaran Ham, Rakorda FKUB Kaltim Akan Fokus Bahas ini

Sebarkan artikel ini
filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; hdrForward: 0; highlight: false; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 8;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 39;

ARAHNUSANTARA, TANJUNG REDEB (04/08/2026) – Bertempat di ruang kakaban lingkup Pemkab Berau dilaksanakan rapat koordinasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dalam rangka mempersiapkan Rakorda tingkat kabupaten se-Kalimantan Timur yang akan terlaksana di Bumi Batiwakkal tahun 2027 mendatang.

Dalam rapat koordinasi ini bertujuan untuk menyelaraskan pemikiran dalam hal toleransi antar umat beragama, sehingga mampu membina kerukunan diruang publik.

banner 325x300

Mastur Jafri Ketua FKUB Berau menjelaskan saat membuka kegiatan tujuan diadakannya rakorda di kabupaten Berau merupakan langkah strategis dalam membahas isu-isu agama yang bisa menecah belah bangsa, dan bagaimana mengatasi masalah melalui FKUB ini.

“Isu agama selalu Ada di tengah konflik kesukuan, tinggal bagaimana tugas forum dalam mengakomodirnya,”jelasnya saat sambutan.

Selain itu isu terkait pelanggaran ham sampai penyalahgunaan gender akan dibahas untuk di berikan solusi kongkret, dan ini merupakan langkah yang baik demi menjaga kerukunan melalui perwakilan antar agama.

Perlu diketahui FKUB Adalah wadah bagi pemeluk dari pada 6 agama yang diakui di Indonesia sebagai lembaga resmi yang langsung disahkan oleh Negara Republik Indonesia melalui Kementrian Agama.

Lebih lanjut, Wakil Bupati Berau Sekaligus Penasehat FKUB Berau, Gamalis menambahkan, penguatan agama merupakan simbol dalam upaya mengedukasi ummat terkait segala bentuk pelanggaran, dan nenambah literasi kerukunan di sebuah daerah ber masyarakat.

“Insyaallah kami sambut dengan baik, apalagi untuk kebaikan masyarakat beragama,”ujarnya.

Melalui Rakorda FKUB ini, Wabup berharap. Pemecahan Isu di masyarakat dapat terselesaikan dengan mengedepankan diskusi (musyawarah) bersama.–(*F)

BACA JUGA:  Pemuda Tani Biduk-Biduk Jadi Motor Penggerak Ketahanan Pangan di Kampung