Scroll untuk baca artikel
Iklan 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BerauBeritaKaltimPendidikan

Tidak Sampai 13 Ribu Orang Berbahasa Banua, Pemerintah Lakukan Hal ini

74
×

Tidak Sampai 13 Ribu Orang Berbahasa Banua, Pemerintah Lakukan Hal ini

Sebarkan artikel ini
filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 2;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 39;

ARAHNUSANTARA, BERAU (03/07/2026) – Pemerintah Kabupaten Berau resmi meluncurkan Buku Kurikulum Muatan Lokal Bahasa Banua sebagai langkah nyata dalam menjaga dan melestarikan bahasa daerah di tengah perkembangan zaman. Peluncuran tersebut digelar di Ruang Satuan Pendidikan Nonformal Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan menjadi momentum penting bagi upaya pelestarian budaya Banua melalui dunia pendidikan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Berau M. Said yang mewakili Bupati Berau menyampaikan bahwa hari ini merupakan momen bersejarah bagi masyarakat Berau. Menurutnya, Bahasa Banua bukan sekadar alat komunikasi, melainkan ruh, jati diri, dan warisan leluhur yang menyimpan sejarah panjang peradaban masyarakat di tanah Berau.

banner 325x300

“Identitas Banua itu unik, berbeda, dan tidak bisa digantikan oleh apa pun,” ujar M. Said.

Ia juga mengingatkan bahwa kondisi pelestarian Bahasa Banua saat ini cukup memprihatinkan. Dari sekitar 300 ribu penduduk Berau, jumlah penutur asli Bahasa Banua tercatat tidak lebih dari 11.200 orang. Angka tersebut, kata dia, menjadi alarm keras bagi seluruh pihak agar segera mengambil langkah nyata sebelum bahasa kebanggaan daerah itu perlahan hilang dan punah.

“Jika kita abai dan tidak mengambil tindakan nyata sekarang, bahasa kebanggaan kita ini perlahan akan sunyi, dilupakan, dan akhirnya punah. Menjadi orang Berau bukan cuma soal administratif, tetapi juga soal merawat rasa dan bahasanya,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, M. Said menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kepala Dinas Pendidikan Berau, Mardiatul Idalisah, atas inovasi dan kerja kerasnya hingga buku Muatan Lokal tersebut dapat terwujud. Ia juga memberikan penghormatan dan terima kasih kepada para sesepuh yang selama ini konsisten mengawal pelestarian Bahasa Banua, yakni Ibnu Sina, Datu Kesuma, dan Daud Badaruddin.

BACA JUGA:  Penuhi Hak, DPRD Minta Perusahaan Berikan Kewajiban ini Sebelum.?

“Terima kasih yang tak terhingga saya haturkan kepada para sesepuh kita yang terus konsisten mengawal, merawat, dan menitipkan api semangat pelestarian ini kepada generasi muda,” katanya.

Melalui peluncuran Buku Kurikulum Muatan Lokal Bahasa Banua ini, M. Said menaruh harapan besar agar masyarakat Banua dapat bangkit menjaga identitas budayanya. Ia menegaskan, setelah buku ini diluncurkan, keberhasilan program di lapangan sangat bergantung pada peran kepala sekolah dan tenaga pendidik.

“Ini adalah kesempatan emas bagi kita, orang Banua, untuk bangkit. Setelah buku ini diluncurkan, berhasil atau tidaknya program ini di lapangan kini bertumpu pada pundak bapak dan ibu kepala sekolah,” ujarnya.

M. Said juga menegaskan bahwa meski penguasaan bahasa asing, termasuk bahasa Inggris, tetap penting, Bahasa Banua harus tetap dilestarikan. Ia berharap Berau mampu mencetak generasi muda yang fasih berbahasa Banua sekaligus memiliki kesadaran kuat untuk menjaga akar budaya daerah.

Pada tahap awal, penerapan Muatan Lokal Bahasa Banua ini akan diuji coba di sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada tahun ajaran 2026/2027 sebagai percontohan sebelum diterapkan lebih luas di lingkungan pendidikan Kabupaten Berau.-(*F).