ARAHNUSANTARA, TANJUNG REDEB — DPRD Berau menyambut positif inisiatif peningkatan kapasitas produksi produk khas Berau yang kini mulai siap diproduksi secara masal.
Langkah ini dinilai penting sebagai upaya strategis dalam memperkuat ekonomi lokal, mendukung pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM), serta memperluas jangkauan pasar produk unggulan daerah.
Dalam pandangan Anggota DPRD Komisi III Ichsan Rapi menjelaskan, peningkatan skala produksi bukan sekadar soal kuantitas, tetapi juga soal pemberdayaan ekonomi masyarakat Berau.
Produk lokal seperti batik khas Berau, tenun, cokelat dan berbagai olahan kakao, serta hasil laut olahan sejumlah komoditas yang sudah dikenal memiliki cita rasa dan nilai budaya khas memiliki kesempatan besar untuk menjadi produk unggulan yang mampu bersaing di pasar regional bahkan nasional.
Menurutnya, Dukungan terhadap pengembangan kapasitas produksi ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah memfasilitasi pelatihan, sertifikasi halal, dan promosi produk lokal agar lebih mudah diterima konsumen luas.
Ichsan menekankan, bahwa kesiapan produksi massal harus ditempuh dengan pendekatan yang terintegrasi dan berkelanjutan, termasuk kesiapan tata kelola, kualitas produk, serta mekanisme pemasaran yang efektif.
Dirinya menilai hal ini penting untuk meningkatkan daya saing dan memastikan produk khas Berau tidak hanya dikenal luas, tetapi juga bisa mendatangkan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat kampung dan pelaku UMKM setempat.
DPRD menekankan pentingnya tersedianya Standar Operasional (SOP) yang jelas untuk memastikan setiap produksi massal menghasilkan produk dengan mutu yang konsisten dan aman bagi konsumen.
Perbaikan mutu ini juga menjadi bekal penting agar produk khas Berau agar mudah menembus pasar modern maupun ekspor.
Legislator mengingatkan perlunya dukungan terhadap pelaku UMKM dalam mendapatkan sertifikasi terutama sertifikasi halal untuk produk pangan dan non-pangan agar produk lokal dapat lebih mudah diterima pasar luas dan memenuhi persyaratan perdagangan yang berlaku.
DPRD mendorong pemerintah daerah serta stakeholder terkait mendukung akses pemasaran bagi produk unggulan, baik melalui pameran, expo, maupun kerja sama dengan jaringan ritel dan platform digital, sehingga jangkauan pasar tidak terbatas hanya di tingkat lokal saja.
DPRD menggarisbawahi perlunya pendampingan berkelanjutan kepada pelaku UMKM dari pelatihan produksi, pembukuan usaha, pengemasan hingga strategi pemasaran agar UMKM dapat berkembang naik kelas dan stabil secara usaha.
Perlindungan Identitas Produk Daerah
Legislator juga mengingatkan pentingnya menjaga identitas asli produk khas Berau agar tidak diklaim atau diduplikasi oleh pihak luar tanpa memberikan manfaat bagi masyarakat lokal.
“Perlindungan ini menjadi bagian dari strategi branding produk lokal Berau,”jelasnya pada awak media beberapa waktu lalu.
Untuk itu, DPRDBerau memberikan dukungan kuat terhadap kesiapan produksi massal produk khas daerah sebagai bagian dari strategi pemberdayaan ekonomi lokal dan peningkatan kapasitas UMKM.
Namun dukungan tersebut disertai dengan catatan penting agar kualitas, legalitas, pemasaran, serta perlindungan identitas produk tetap dijaga secara optimal sehingga manfaat ekonomi bisa dirasakan luas oleh masyarakat Berau.-(*FJR/ADV)
















