Scroll untuk baca artikel
Iklan 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BerauBeritaKaltimPemerintahan

Panen Tambak SECURE di Berau Tunjukkan Keberhasilan Budi Daya Berbasis Ekosistem

129
×

Panen Tambak SECURE di Berau Tunjukkan Keberhasilan Budi Daya Berbasis Ekosistem

Sebarkan artikel ini

ARAHNUSANTARA, TANJUNG REDEB (15/06/2026) – Program Shrimp Carbon Aquaculture (SECURE) di Kabupaten Berau menunjukkan hasil positif melalui panen tambak yang dilaksanakan pada 3 Juni 2026 di Kampung Pegat Batumbuk dan Kampung Suaran.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Solutions for Marine and Coastal Resilience in the Coral Triangle (SOMACORE) yang didukung Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) bersama Dinas Perikanan Kabupaten Berau. Pendekatan yang diterapkan menekankan praktik budi daya ramah lingkungan berbasis ekosistem pesisir.

banner 325x300

Salah satu lokasi panen berada di tambak milik Abdul Rahman di Kampung Pegat Batumbuk. Dari tambak tersebut, diperoleh hasil panen berupa 115 kilogram udang windu, 141 kilogram udang bintik, 1,9 ton ikan bandeng, serta 50 kilogram kepiting bakau.

“Hasil panen kali ini menunjukkan bahwa pengelolaan tambak yang memperhatikan kondisi lingkungan dapat memberikan hasil yang baik. Selain udang, kami juga mendapatkan bandeng dan kepiting bakau,” ujar Abdul Rahman.

Ia menjelaskan, sebelum penerapan pendekatan SECURE, produksi udang windu di tambaknya rata-rata hanya sekitar 100 kilogram. Dengan hasil terbaru mencapai 115 kilogram, terjadi peningkatan sekitar 15 persen meskipun luas area budi daya menyusut hingga tersisa sekitar 20 persen dari luas awal.

Pendampingan dalam program SECURE tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga penguatan kapasitas petambak dalam mengelola tambak secara efisien dan berkelanjutan. Salah satu bentuknya adalah pelatihan pembuatan kompos dan mikroorganisme lokal (MOL) untuk menjaga kualitas lingkungan tambak.

Pendekatan berbasis ekosistem ini turut mendorong diversifikasi hasil perikanan yang memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat pesisir. Dalam skema SECURE, sekitar 20 persen area dimanfaatkan untuk budi daya, sementara 80 persen lainnya dialokasikan untuk pemulihan dan perlindungan mangrove.

BACA JUGA:  Sumadi Minta Gotong Royong Jadi Pondasi Untuk Perkuat Paguyuban

Keberadaan mangrove dinilai berperan penting sebagai penyerap karbon, pelindung alami kawasan pesisir, sekaligus menjaga kualitas perairan yang mendukung produktivitas tambak dalam jangka panjang.

Di sisi lain, penguatan kapasitas petambak juga dilakukan melalui kegiatan sekolah lapang di Kampung Pegat Batumbuk dan Kampung Suaran. Program ini menjadi sarana pembelajaran bagi petambak dalam menerapkan teknik budi daya ramah lingkungan.

Melalui sekolah lapang, petambak diperkenalkan pada teknik pengolahan kompos dan MOL berbahan organik lokal, serta teknik nursery atau pendederan untuk meningkatkan daya tahan benih sebelum ditebar ke tambak pembesaran.

Jumardi, salah satu petambak di Kampung Suaran, mengaku merasakan manfaat dari penerapan teknik tersebut.

“Melalui sekolah lapang, kami belajar melakukan pendederan dan aklimatisasi benih terlebih dahulu. Hasilnya, benih lebih kuat dan tingkat kelangsungan hidupnya meningkat,” ungkapnya.

Tambak yang dikelola Jumardi bersama ayahnya, Satar, menghasilkan 284,2 kilogram udang windu dan 120 kilogram udang bintik pada panen yang sama.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Berau, Abdul Majid, mengapresiasi implementasi program SECURE yang dinilai sejalan dengan arah pembangunan berkelanjutan daerah.

“Pendekatan ini menunjukkan bahwa budi daya dan kelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan, sekaligus meningkatkan hasil produksi masyarakat,” jelasnya.

Direktur Program Kelautan YKAN, Muhammad Ilman, menambahkan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari hasil produksi, tetapi juga dari kemampuan masyarakat dalam mengelola sumber daya pesisir secara berkelanjutan.

“Ketika mangrove dipulihkan dan kapasitas petambak diperkuat, akan tercipta sistem pengelolaan yang lebih tangguh, baik secara ekonomi maupun ekologis,” pungkasnya.

Program SECURE diharapkan dapat menjadi model pengelolaan tambak berkelanjutan yang mendukung prinsip ekonomi biru, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir di Kabupaten Berau.-(*)