ARAHNUSANTARA, BERAU (22/05/2026) – Ancaman kebakaran hutan dan lahank (karhutla) masih membayangi Kabupaten Berau sepanjang periode Januari hingga Mei 2026. Bahkan, empat kecamatan ditetapkan sebagai zona merah rawan karhutla, yakni Segah, Tanjung Batu, Teluk Bayur, dan Tabalar.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau, Rahmadi Pasarakan, mengonfirmasi kondisi tersebut saat ditemui awak media beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan, kasus kebakaran di wilayah perkotaan umumnya didominasi kebakaran permukiman.
Sementara itu, kebakaran hutan dan lahan lebih sering terjadi di kawasan hutan yang tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Berau.
“Dari Januari sampai Maret tercatat enam kasus, kemudian meningkat pada April hingga Mei menjadi 12 kasus,” ujarnya.
Rahmadi menambahkan, peningkatan jumlah kejadian ini tidak terlepas dari faktor cuaca ekstrem yang memicu mudahnya lahan terbakar. Selain itu, kebakaran permukiman juga kerap disebabkan oleh kelalaian, seperti korsleting listrik maupun penggunaan kompor gas yang tidak diawasi.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya memastikan seluruh personel tidak hanya siaga menangani kebakaran di dalam kota, tetapi juga melakukan kesiapsiagaan di sejumlah titik rawan karhutla.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran dengan memperhatikan kondisi lingkungan sekitar serta mengenali tanda-tanda bahaya.
“Masyarakat harus selalu waspada terhadap potensi api. Pastikan kompor gas dalam kondisi aman saat ditinggalkan, serta periksa instalasi listrik secara berkala,” pungkasnya.-(*FJR)
















