ARAHNUSANTARA, BERAU – Produk olahan terasi sangrai dari Kampung Karangan, Kecamatan Biatan, terus menunjukkan potensi besar sebagai produk unggulan daerah yang mampu bersaing dengan komunitas maupun daerah lain.
Inovasi olahan terasi ini dinilai tidak hanya mempertahankan cita rasa tradisional, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat pesisir.
Terasi sangrai merupakan pengembangan dari produk terasi tradisional yang telah diolah kembali melalui proses sangrai sehingga lebih praktis digunakan, memiliki aroma khas, dan siap konsumsi.
Produk ini mulai dikenal sebagai identitas kuliner lokal Kampung Karangan serta membuka peluang pemasaran yang lebih luas.
Melihat perkembangan tersebut, DPRD Berau komisi II Sakirman menyatakan dukungannya terhadap penguatan produk lokal berbasis potensi kampung sebagai bagian dari penguatan ekonomi masyarakat.
Anggota DPRD Berau ini menilai terasi sangrai merupakan contoh nyata inovasi masyarakat dalam meningkatkan nilai jual hasil laut. Selama ini, banyak produk perikanan hanya dijual dalam bentuk bahan mentah tanpa proses hilirisasi.
Menurutnya, pengolahan menjadi produk siap pakai seperti terasi sangrai merupakan langkah strategis agar pelaku usaha lokal memperoleh keuntungan lebih besar sekaligus memperkuat identitas produk khas Berau.
“Produk seperti terasi sangrai ini harus didukung penuh, karena mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner daerah,” ujar Sakirman beberapa waktu lalu.
Upaya hilirisasi produk perikanan sendiri dinilai penting, mengingat sejumlah daerah telah berhasil menjadikan terasi sebagai komoditas andalan ekonomi masyarakat dan dipasarkan hingga luar daerah, terutama wilayah pesisir.
Secara umum DPRD Berau juga mendorong pemerintah daerah melalui OPD terkait agar memberikan pendampingan berkelanjutan, mulai dari peningkatan kualitas produksi, kemasan modern, hingga strategi pemasaran digital.
Langkah tersebut dinilai penting agar produk kampung tidak hanya dikenal secara lokal, tetapi mampu masuk pasar regional bahkan nasional.
Selain itu, perwakilan rakyat juga menekankan pentingnya branding produk agar terasi khas Berau memiliki identitas jelas dan tidak lagi diklaim sebagai produk daerah lain, sebagaimana pernah menjadi perhatian pemerintah sebelumnya.
keberhasilan terasi sangrai Kampung Karangan dapat menjadi model pengembangan UMKM berbasis potensi lokal di kampung-kampung lain di Berau. Inovasi produk tradisional terbukti mampu meningkatkan daya saing ekonomi desa ketika didukung pelatihan, kemasan, dan pemasaran yang baik.
Pengembangan produk unggulan desa juga terbukti mampu memperkuat ekonomi kreatif sekaligus membuka peluang usaha berkelanjutan bagi masyarakat lokal.
“Kalau dikelola serius, terasi sangrai bukan hanya produk makanan, tapi bisa menjadi ikon ekonomi kampung,” tutupnya.-(*FJR/ADV)
















