Scroll untuk baca artikel
Iklan 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BerauBeritaKaltimPemerintahan

Proyek Tambang Tutup, PHK Massal Akan Terjadi, ini Upaya Dinas Terkait

118
×

Proyek Tambang Tutup, PHK Massal Akan Terjadi, ini Upaya Dinas Terkait

Sebarkan artikel ini
filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 2;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 42;

ARAHNUSANTARA, BERAU (11/06/2026) – Penutupan salah satu proyek tambang di Kabupaten Berau diperkirakan akan berdampak pada pemutusan hubungan kerja (PHK) secara besar-besaran yang dijadwalkan terjadi pada Agustus 2026 mendatang.

Informasi tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan pekerja, mengingat jumlah tenaga kerja yang terdampak diperkirakan cukup signifikan. Banyak pekerja yang kini mulai mempertanyakan kepastian nasib mereka, terutama terkait kompensasi dan peluang kerja selanjutnya.

banner 325x300

Pihak perusahaan disebut tengah melakukan persiapan menjelang penghentian operasional proyek. Langkah tersebut merupakan bagian dari kebijakan internal perusahaan yang berkaitan dengan berakhirnya masa produksi.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Kepala Dimas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Berau Anang Saprani menyatakan akan berupaya melakukan koordinasi guna memastikan proses PHK berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Termasuk di dalamnya memastikan hak-hak pekerja tetap terpenuhi.

“Yah kita Akan berupaya yang terrain, jika memang terjadi PHK, koordinasi awal akan kami lakukan. Setidaknya untuk memberikan tunjangan sesuai ketentuan dan peraturan yang berlaku,”ujarnya.

Kepala Disnakertrans Berau menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan pendampingan serta pengawasan terhadap proses PHK tersebut. Hal ini dilakukan untuk meminimalisasi potensi konflik antara pekerja dan perusahaan.

Selain itu, pemerintah daerah juga berencana menyiapkan langkah antisipasi, seperti membuka peluang pelatihan kerja dan mendorong penyerapan tenaga kerja di sektor lain, guna mengurangi dampak sosial dan ekonomi akibat PHK massal tersebut.

Para pekerja berharap adanya kejelasan informasi dan transparansi dari pihak perusahaan, terutama terkait jadwal pasti PHK dan hak-hak yang akan diterima.

Mereka juga meminta pemerintah dapat hadir memberikan solusi konkret agar dampak yang ditimbulkan tidak semakin meluas.

Dengan kondisi ini, semua pihak diharapkan dapat berperan aktif dalam menjaga stabilitas ketenagakerjaan di Berau, sekaligus mencari alternatif solusi bagi para pekerja yang terdampak.-(*)

BACA JUGA:  Tak Bernyawa, Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas di Mess