ARAHNUSANTARA, BERAU (7/7/2026) — Nasib tragis menimpa seorang nelayan asal Kampung Teluk Harapan, Kecamatan Maratua. Saifuddin (40) ditemukan tewas setelah diterkam buaya saat mencari kerang di Danau Kuku (Banban), Sabtu (4/7/2026) siang.
Peristiwa naas tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WITA. Saat itu, korban bersama istrinya, Rati (39), berangkat ke danau untuk mencari kerang guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Setibanya di lokasi, Saifuddin langsung menyelam, sementara sang istri menunggu di tepi danau.
Berdasarkan keterangan Rati kepada pihak kepolisian, korban sempat dua kali menyelam dan kembali ke permukaan dalam kondisi selamat. Namun, penyelaman ketiga menjadi yang terakhir.
“Korban sempat dua kali menyelam dan kembali ke permukaan dalam keadaan selamat. Namun, saat penyelaman ketiga, korban tiba-tiba diterkam buaya berukuran besar,” ungkap Kapolres Berau melalui Kasi Humas Polres Berau, AKP Suradi.
Sebelum kejadian, Rati sempat mengajak suaminya untuk pulang karena merasa hasil tangkapan sudah cukup. Namun, korban meminta izin untuk melakukan satu kali penyelaman terakhir.
Kecurigaan muncul ketika Saifuddin tak kunjung kembali ke permukaan. Tak lama kemudian, Rati mendengar teriakan histeris dari arah danau. Ia berusaha mendekat dan menyelamatkan korban, namun upaya tersebut gagal.
“Korban sempat muncul dua kali ke permukaan sebelum akhirnya hilang tenggelam setelah diseret buaya,” tambah Suradi.
Dalam kondisi panik dan syok, Rati berlari ke permukiman warga untuk meminta pertolongan. Personel Polsek Pulau Maratua bersama TNI dan warga setempat kemudian melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.
Setelah beberapa jam penyisiran, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di pinggiran danau, sekitar 500 meter ke arah timur dari lokasi awal kejadian. Jenazah korban langsung dievakuasi dan dimakamkan pada malam hari. Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau mencatat, insiden ini merupakan serangan buaya pertama yang menyebabkan korban jiwa di wilayah Pulau Maratua.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Hermansyah, menyebutkan bahwa sebelumnya memang pernah ada penampakan buaya di wilayah tersebut, namun belum pernah terjadi serangan terhadap manusia.
“Di wilayah Maratua juga ada buaya, jadi masyarakat harus tetap berhati-hati dan waspada saat beraktivitas di perairan,” jelasnya.
Penampakan buaya sebelumnya dilaporkan terjadi di Pantai Lumantang pada April 2025, dan saat itu berhasil diamankan oleh tim gabungan. Dinas Pariwisata Berau juga memastikan lokasi wisata utama tetap aman untuk dikunjungi.
BPBD Berau berencana berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, aparat keamanan, serta tim gabungan untuk mengidentifikasi keberadaan buaya yang menyerang korban, sebagai langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang.
Sementara itu, Kepala BLUD UPTD Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KKP3K) Kepulauan Derawan Maratua mengaku baru menerima informasi terkait kejadian tersebut.
“Kami baru mendengar kabar ini. Untuk tindak lanjut, termasuk kemungkinan evakuasi buaya seperti kejadian sebelumnya, masih akan dikoordinasikan dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Damkar Berau,” pungkasnya.-(*F)
















