ARAHNUSANTARA, TANJUNG REDEB, (23/03/2026) – Dominasi formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di sektor pendidikan dan kesehatan di Kabupaten Berau mendapat perhatian DPRD Berau.
Kedua sektor tersebut dinilai sebagai layanan vital yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat.
Sekretaris Komisi I DPRD Berau, Frans Lewi, menegaskan bahwa para ASN, khususnya yang berasal dari PPPK, harus mampu memaksimalkan kinerja dan tanggung jawabnya dalam memberikan pelayanan publik.
Menurutnya, penempatan ASN di sektor pendidikan dan kesehatan bukan tanpa alasan, karena kedua bidang ini menjadi fondasi utama dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.
“ASN yang ada harus benar-benar memaksimalkan kinerjanya, terutama di sektor pendidikan dan kesehatan. Ini adalah layanan dasar yang langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selama ini pemerintah memang memprioritaskan pengangkatan PPPK di dua sektor tersebut untuk menjawab kekurangan tenaga, baik guru maupun tenaga kesehatan di daerah.
Namun demikian, Frans menekankan bahwa penambahan jumlah ASN harus diimbangi dengan peningkatan kualitas pelayanan, sehingga kehadiran mereka benar-benar memberikan dampak nyata di lapangan.
“Jangan hanya menambah jumlah, tapi kualitas pelayanan juga harus ditingkatkan. ASN harus hadir sebagai solusi bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya profesionalisme, disiplin, serta dedikasi dalam menjalankan tugas, mengingat peran ASN sebagai ujung tombak pelayanan publik.
Selain itu, dirinya mendorong pemerintah daerah untuk terus melakukan evaluasi terhadap kinerja ASN, agar pelayanan di sektor pendidikan dan kesehatan dapat berjalan optimal dan merata hingga ke pelosok.
“Kalau kinerja maksimal, maka manfaatnya langsung dirasakan masyarakat, baik di bidang pendidikan maupun kesehatan,” pungkasnya. -(*FJR/ADV)
















