ARAHNUSANTARA, Berau (20/05/2026) – Pemerintah Kabupaten Berau terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran hantavirus dengan memperkuat pengawasan di berbagai sektor.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya defensif guna mencegah masuk dan meluasnya virus tersebut di Bumi Batiwakkal.
Penguatan pengawasan difokuskan pada pintu masuk teritorial, seperti bandara dan pelabuhan, terutama terhadap pelaku perjalanan lokal maupun international.
Hal ini langsung dikonfirmasi oleh Kepala Bidang P2P dinas kesehatan Berau Wati, Saat ditemui rekanan media beberapa waktu lalu.
Dirinya menerangkan sesuai surat edaran dari Kementerian Kesehatan bahwasanya seluruh daerah di Indonesia untuk meningkatkan status kewaspadaan akan virus mematikan ini.
“Surat edaran sudah terbit, tinggal upaya Pemerintah dalam merespon untuk meningkatkan status waspada secara bertahap,”jelasnya.
Lebih lanjut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menilai langkah ini penting mengingat hantavirus sempat terdeteksi dalam klaster kasus di luar negeri, termasuk pada kapal pesiar yang menimbulkan korban jiwa.
Selain itu, pemerintah juga menyiagakan puluhan Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) di seluruh Indonesia. Fasilitas ini berperan sebagai garda terdepan dalam melakukan skrining, deteksi dini, serta pencegahan masuknya penyakit menular dari luar negeri.
Di tingkat layanan kesehatan, pengawasan turut diperketat melalui peningkatan surveilans di puskesmas dan rumah sakit. Tenaga kesehatan diminta lebih waspada terhadap gejala yang mengarah pada infeksi hantavirus, termasuk gejala pernapasan akut yang kerap menyerupai penyakit lain.
Pemerintah melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Berau juga menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor, guna memastikan kesiapan sistem deteksi dan penanganan. Meski hingga saat ini penyebaran virus masih terbatas di luar Indonesia, langkah antisipatif dinilai krusial agar tidak terjadi penularan lokal.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada, serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
Upaya pencegahan, seperti menjaga kebersihan lingkungan dari tikus sebagai pembawa virus, menjadi kunci dalam menekan risiko penularan hantavirus.-(*FJR)














