ARAHNUSANTARA, TANJUNG REDEB – Ketiadaan tenaga lifeguard atau penjaga pantai di sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Berau mendapat sorotan dari DPRD Berau. Hal ini dinilai menjadi perhatian serius, mengingat meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan tidak diiringi dengan sistem keamanan yang memadai.
Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi Manungsong, menegaskan bahwa keberadaan lifeguard merupakan kebutuhan mendesak yang tidak bisa lagi diabaikan, khususnya di kawasan wisata pesisir yang memiliki tingkat risiko cukup tinggi.
Menurutnya, keselamatan wisatawan harus menjadi prioritas utama dalam pengelolaan sektor pariwisata, bukan hanya fokus pada peningkatan jumlah kunjungan semata.
“Kita melihat saat ini masih belum tersedia lifeguard di beberapa objek wisata. Ini tentu menjadi catatan penting, karena menyangkut keselamatan pengunjung,” ujarnya.
Ia menilai, dengan adanya beberapa insiden di kawasan wisata, hal tersebut menjadi peringatan bahwa sistem pengamanan di lapangan masih perlu diperkuat (10/03/2026)
Terlebih, pengawasan selama ini masih banyak bergantung pada pengelola lokal yang dinilai belum maksimal saat lonjakan pengunjung terjadi.
Rudi juga mendorong pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk segera menghadirkan tenaga lifeguard yang profesional dan tersertifikasi, serta dilengkapi dengan sarana pendukung yang memadai.
“Harus ada langkah konkret, baik melalui pelatihan maupun rekrutmen khusus. Jangan sampai kita kecolongan saat terjadi musibah,” tegasnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya penyusunan standar operasional prosedur (SOP) keselamatan di setiap destinasi wisata, termasuk pemasangan rambu peringatan di titik rawan dan edukasi kepada wisatawan.
Dirinya juga mendorong kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, Basarnas, hingga kelompok sadar wisata (Pokdarwis), guna memperkuat sistem mitigasi risiko di kawasan wisata.(FJR/ADV).
















