Scroll untuk baca artikel
Iklan 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BerauBeritaEkonomiPariwisata

M2F Dongkrak Kunjungan dan Penuhi Penginapan, apa Naik Secara Signifikan, ini Penjelasannya

63
×

M2F Dongkrak Kunjungan dan Penuhi Penginapan, apa Naik Secara Signifikan, ini Penjelasannya

Sebarkan artikel ini
filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; hdrForward: 0; highlight: false; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 8;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 38;

ARAHNUSANTARA, TANJUNG REDEB (15/07/2026) – Pelaksanaan Maratua Music Festival (M2F) 2026 yang berlangsung selama lima hari memberikan dampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan dan pergerakan ekonomi di Kabupaten Berau.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Berau Yudha Budisantosa yang saat itu turut mendampingi kegiatan tersebut. Berdasarkan laporan sementara, terjadi peningkatan jumlah pengunjung hingga sekitar 30 persen selama pelaksanaan festival.

banner 325x300

“Dari data yang masuk melalui sistem pemindaian pengunjung, terjadi peningkatan sekitar 30 persen. Aktivitas UMKM juga ikut terdongkrak,” ujarnya Yudha.

Tak hanya itu, tingkat hunian penginapan, khususnya di sekitar lokasi kegiatan di Pulau Maratua, dilaporkan mengalami lonjakan signifikan. Bahkan, sebagian besar penginapan di kawasan tersebut terisi penuh selama event berlangsung.

“Penginapan di sekitar arena hampir semuanya penuh. Ini menunjukkan dampak langsung terhadap sektor pariwisata,” tambahnya.

Meski demikian, untuk angka pasti terkait total perputaran ekonomi selama M2F, pihaknya mengaku masih menunggu laporan resmi dari tim terkait.

“Saat ini laporan lengkapnya belum kami terima. Tim masih melakukan perhitungan data, termasuk dampak ekonominya,” jelasnya.

Terkait pelaksanaan kegiatan, ia menilai konsep M2F tahun ini secara umum berjalan baik, meskipun tetap akan dilakukan evaluasi untuk penyempurnaan ke depan. Salah satu catatan penting adalah penguatan kolaborasi antara pertunjukan musik dan budaya lokal.

“Evaluasi tentu pasti ada. Tahun ini kita coba kolaborasikan musik dengan kegiatan budaya, dan ternyata respons masyarakat cukup baik. Ke depan, kolaborasi ini akan kita perkuat,” ungkapnya.

Menurutnya, M2F tidak hanya bertujuan menarik wisatawan, tetapi juga memberikan hiburan bagi masyarakat di wilayah kepulauan yang memiliki keterbatasan akses hiburan.

“Kita ingin menghadirkan hiburan bagi masyarakat, khususnya di wilayah pulau. Selain musik, ke depan unsur budaya lokal juga akan lebih ditonjolkan,” pungkasnya.–(*)

BACA JUGA:  Pemkab Berau Siapkan Implementasi Angkutan Pelajar Gratis, Fokus Tekan Risiko Kecelakaan