ARAHNUSANTARA, TANJUNG REDEB (25/06/2026) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus mendorong pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) agar mampu beradaptasi dengan perubahan pola belanja masyarakat yang kini semakin bergeser ke ranah digital.
Melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag), Pemkab Berau menggelar pelatihan pemasaran digital selama dua hari, 23–24 Juni 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus memperluas jangkauan pasar hingga tingkat nasional dan internasional.
Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, menegaskan bahwa kualitas produk saja tidak lagi cukup untuk memenangkan persaingan. Menurutnya, pelaku usaha juga harus mampu memasarkan produknya secara efektif melalui strategi promosi yang tepat.
“Produk yang baik harus mampu tampil, dikenal, dan menjangkau konsumen. Karena itu, pemasaran digital menjadi hal yang wajib dikuasai pelaku IKM,” ujarnya.
Ia menjelaskan, peserta pelatihan telah melalui proses kurasi ketat, mulai dari kualitas produk, legalitas, hingga desain kemasan. Selain itu, seluruh peserta juga telah terdaftar dalam Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas).
Menurut Eva, langkah ini dilakukan agar pelatihan tepat sasaran dan diikuti pelaku usaha yang siap naik kelas serta mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Ia menambahkan, pemasaran digital membuka peluang besar bagi produk lokal untuk menembus batas wilayah. Dengan memanfaatkan teknologi, produk IKM Berau berpotensi menjangkau konsumen lintas daerah hingga pasar internasional.
“Kami berharap produk Berau tidak hanya dikenal secara lokal, tetapi juga mampu bersaing di pasar nasional bahkan global,” katanya.
Dalam pelatihan ini, peserta dibekali berbagai keterampilan praktis, mulai dari memahami perilaku pasar digital, menyusun strategi promosi, hingga membuat konten menarik dan membangun identitas merek.
Sementara itu, Kepala Bidang Perindustrian Diskoperindag Berau, Reta Noratni, menyebutkan sebanyak 30 pelaku IKM mengikuti kegiatan tersebut. Mereka dipilih karena dinilai memiliki kesiapan untuk meningkatkan kapasitas usaha dan mengembangkan strategi pemasaran berbasis digital.
Menurutnya, perubahan perilaku konsumen yang kini cenderung mencari dan membandingkan produk secara daring menuntut pelaku usaha untuk lebih adaptif.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin meningkatkan kemampuan pelaku IKM dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi dan pemasaran produk,” ungkapnya.
Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Rizal Firdaus, yang memberikan materi terkait strategi pemasaran digital, teknik pembuatan konten, serta penguatan branding produk.
Pemkab Berau berharap pelatihan ini menjadi langkah awal lahirnya pelaku usaha lokal yang tidak hanya mampu menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga piawai memasarkan dan membangun nilai tambah di era digital.
Sebab, di tengah persaingan yang semakin ketat, keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh skala produksi, tetapi juga kemampuan beradaptasi dan menjangkau konsumen secara efektif.-(*F)
















