ARAHNUSANTARA, TANJUNG REDEB (20/06/2026) – beberapa waktu lalu, Wakil Bupati Berau, H. Gamalis, meninjau langsung pelayanan hemodialisa (cuci darah) di RSUD dr. Abdul Rivai, dalam rangka melihat kondisi layanan kesehatan bagi pasien gagal ginjal di daerah tersebut.
Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Direktur RSUD dr. Abdul Rivai, dr. Jusram, Sp.PD, FINASIM, didampingi Humas Dani Apriat Maja. Dalam kesempatan itu, pihak rumah sakit memaparkan sejumlah kendala yang menyebabkan terbatasnya kuota pelayanan cuci darah.
Direktur RSUD dr. Abdul Rivai menjelaskan, saat ini rumah sakit memiliki delapan mesin hemodialisa yang aktif dan melayani sekitar 48 pasien setiap pekan. Meski demikian, sebenarnya terdapat tambahan lima mesin yang siap digunakan, bahkan pihak vendor yang bekerja sama telah siap mendukung penambahan layanan.
Namun, keterbatasan tersebut terkendala regulasi dari BPJS Kesehatan terkait standar kelayakan fasilitas, termasuk luas ruangan dan jarak antar mesin.
“Dengan kondisi gedung yang ada saat ini, BPJS hanya dapat menanggung klaim untuk delapan mesin. Padahal, kami memiliki mesin tambahan yang siap dioperasikan,” jelasnya.
Akibat keterbatasan kuota tersebut, sekitar 58 pasien asal Berau masih harus menjalani terapi cuci darah di luar daerah, seperti Tarakan, Balikpapan, dan Samarinda. Kondisi ini dinilai memberatkan pasien dan keluarga, baik dari segi biaya maupun jarak dengan keluarga.
Menanggapi hal tersebut, pihak rumah sakit menyampaikan kebutuhan percepatan penyelesaian fasilitas pendukung di Gedung Walet, khususnya pemasangan lift. Hal ini diperlukan agar ruang ICU lama dapat dipindahkan ke gedung baru, sehingga ruang hemodialisa bisa diperluas dan memenuhi syarat pengajuan penambahan kuota ke BPJS.
Sebagai langkah percepatan, manajemen RSUD juga menyiapkan solusi alternatif dengan memanfaatkan Gedung IGD lama untuk dijadikan ruang hemodialisa tambahan. Sementara itu, rencana pembangunan layanan dental center akan dipindahkan sementara ke ruang ICU lama, sembari menunggu kesiapan penuh fasilitas di Gedung Walet.
RSUD dr. Abdul Rivai menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan, khususnya bagi pasien hemodialisa, agar ke depan tidak ada lagi warga Berau yang harus menjalani pengobatan di luar daerah akibat keterbatasan fasilitas.-(*)
















