ARAHNUSANTARA, BERAU (23/05/2026) – Anggaran penanganan stunting di Kabupaten Berau dinilai sebagian orang masih kurang maksimal.
Hal ini menjadi pertamyaan sejumblah pemangku kebijakan, kenapa stunting susah di tekan.?
Hal ini langsung dikonfirmasi oleh Wakil Ketua I DPRD Berau Subroto, dirinya mengatakan harus adanya pendekatan secara persuasif kepada masyarakat untuk mengidentifikasi masalah sentral yang ada.
Lebih lanjut, ada beberapa faktor kenapa stunting belum bisa di tekan. Selain pemenuhan gizi, akibat lainnya juga bisa dideteksi. Mulai dari pola asuh, hingga pemahaman kesehatan calon ibu.
“Harus ada tindakan nyata dari pemerintah untuk mendeteksi masalah utama dari stunting ini,”ujarnya.
Selain itu, penggunaan teknologi berbasis informasi bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin dalam memberi edukasi secara masiv kepada masyarakat.
Pemanfaatan seperti vidio trone, atau alat informasi publik lainnya dapat digunakan secara maksimal dan tersebar.
Atas hal ini. Informasi yang diberikan akan sampai ke masyarakat secara berkala, dan memastikan peran Pemerintah sebagai jembatan informasi publik akan terlaksana.
“Tentu hal ini menjadi bahan evaluasi bersama, informasi ke publik harus tersampaikan serta ditunjang dengan aksi nyata dilapanagan, dalam upaya pencegahan stunting ini,”tandasnya.
















