ARAHNUSANTARA, TANJUNG REDEB – Aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui berbagai forum perencanaan pembangunan kembali menjadi sorotan DPRD Berau.
Pasalnya, masih banyak usulan yang dinilai belum terealisasi secara optimal dan cenderung hanya menjadi wacana.(20/03/2026)
Anggota Komisi III DPRD Berau, Ichsan Rapi, menegaskan bahwa setiap usulan masyarakat harus benar-benar ditindaklanjuti dan tidak berhenti sebatas pembahasan di tingkat perencanaan.
Menurutnya, aspirasi yang disampaikan masyarakat, baik melalui reses maupun musrenbang, merupakan kebutuhan riil di lapangan yang harus menjadi prioritas pemerintah daerah.
“Usulan masyarakat ini jangan hanya jadi wacana. Harus ada realisasi yang jelas, supaya masyarakat juga merasakan hasil dari apa yang mereka sampaikan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selama ini banyak usulan yang masuk dalam perencanaan, namun tidak semuanya dapat direalisasikan karena keterbatasan anggaran. Kondisi ini memang menjadi tantangan, mengingat kemampuan keuangan daerah tidak selalu mampu mengakomodasi seluruh kebutuhan.
Meski demikian, Ichsan menekankan pentingnya skala prioritas yang tepat, sehingga usulan yang benar-benar mendesak dan berdampak langsung bagi masyarakat bisa didahulukan.
Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk lebih transparan dalam menentukan program prioritas, agar masyarakat memahami alasan suatu usulan belum terealisasi.
“Kalau memang belum bisa direalisasikan, harus dijelaskan. Tapi yang jelas, usulan masyarakat tidak boleh diabaikan begitu saja,” tegasnya.
Lebih lanjut, dirinya meminta agar OPD terkait lebih serius dalam mengawal setiap tahapan perencanaan hingga pelaksanaan, sehingga tidak terjadi kesenjangan antara usulan dan realisasi di lapangan.
Ichsan memastikan, DPRD Berau akan terus mengawal aspirasi masyarakat agar benar-benar diperjuangkan dalam kebijakan pembangunan daerah.
“Harapannya, ke depan tidak ada lagi usulan yang hanya berhenti di atas kertas. Semua harus diupayakan agar bisa direalisasikan secara bertahap,” tutupnya.(FJR/ADV)
















