ARAHNUSANTARA, BERAU – Sejumlah penghuni Pasar Adji Dilayas beberapa waktu lalu melakukan aksi protes terkait penerapan portal masuk pasar yang menjadi bagian dari sistem registrasi retribusi. Kebijakan tersebut menggunakan mekanisme digital yang dinilai sebagian masyarakat belum sepenuhnya dipahami, terutama karena sosialisasi yang dianggap belum merata.
Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi III DPRD Berau, Rahman, menilai pemerintah perlu menghadirkan solusi agar kebijakan digitalisasi tersebut tetap berjalan tanpa menyulitkan masyarakat, khususnya pedagang maupun pengunjung yang belum terbiasa menggunakan sistem digital.
Menurutnya, perlu ada mekanisme alternatif dalam penerapan portal retribusi, sehingga masyarakat dapat memilih metode pembayaran yang paling mudah bagi mereka.
“Biarkan masyarakat memilih dulu. Sambil diarahkan untuk mulai menggunakan program digital agar masyarakat dapat menerima kemajuan zaman. Kan mereka belum semua tahu digital, apalagi orang tua,” jelas Rahman beberapa waktu lalu.
Ia menilai, selain sistem digital, pembayaran secara tunai masih perlu disediakan sebagai pilihan sementara.
Dengan begitu, masyarakat yang belum memahami teknologi tetap dapat beraktivitas di pasar tanpa mengalami kendala.
Di sisi lain, Rahman juga menyoroti kurangnya kegiatan yang mampu menarik minat masyarakat untuk datang ke Pasar Adji Dilayas. Ia menyebut pemerintah daerah perlu memikirkan langkah-langkah untuk meningkatkan aktivitas perdagangan di kawasan tersebut.
Salah satunya dengan menggelar kegiatan bazar murah atau program serupa yang dapat menarik masyarakat untuk berbelanja di pasar tradisional.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan dengan harga terjangkau, tetapi juga mampu meningkatkan perputaran ekonomi para pedagang.
DPRD Berau berharap sosialisasi terkait digitalisasi retribusi pasar dapat dilakukan secara bertahap dan menyeluruh, sehingga masyarakat dapat memahami manfaat dari sistem tersebut. Dengan pendekatan yang tepat, digitalisasi diharapkan dapat diterima masyarakat sekaligus mempermudah berbagai transaksi pembayaran di lingkungan pasar atau fasilitas lainnya. -(*FJR/ADV)
















