ARAHNUSANTARA, BERAU – Kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras yang saat ini diterapkan masih menjadi solusi sementara dalam menjaga stabilitas harga di pasaran.
Namun, yang lebih penting adalah memastikan ketersediaan stok beras tetap aman selama bulan Ramadan.
Anggota DPRD Berau melalui Komisi III Rahman menegaskan bahwa meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang dan selama Ramadan berpotensi memicu kenaikan harga apabila distribusi dan stok tidak diawasi secara ketat.
Menurutnya, langkah pengendalian harga harus dibarengi dengan pengawasan langsung terhadap ketersediaan pasokan di tingkat distributor hingga pedagang pasar tradisional. Hal ini penting agar masyarakat tidak mengalami kesulitan memperoleh bahan pokok utama.
“Kebijakan HET memang membantu menahan harga, tetapi yang paling utama adalah memastikan stok beras tersedia dan distribusinya lancar selama Ramadan,” ujarnya.
Secara nasional, pemerintah menerapkan berbagai kebijakan stabilisasi seperti relaksasi HET dan program stabilisasi pasokan guna menjaga harga tetap terkendali saat permintaan meningkat di bulan puasa.
Kebijakan tersebut dilakukan untuk menjaga pasokan dan keterjangkauan harga bagi masyarakat selama Ramadan.
Anggota DPRD Fraksi PKS ini juga meminta pemerintah daerah bersama instansi terkait untuk memperkuat koordinasi dengan Bulog serta pelaku usaha pangan guna memastikan cadangan beras di daerah tetap mencukupi.
Penguatan cadangan pangan dinilai penting karena Ramadan identik dengan lonjakan konsumsi yang dapat memicu inflasi pangan karena permintaan tinggi.
Selain persoalan beras, Dewan menyoroti perlunya inspeksi mendadak (sidak) terhadap produk makanan dan minuman yang beredar di pasar maupun ritel modern. Pengawasan ini dinilai krusial untuk mengantisipasi peredaran produk yang mendekati atau telah melewati masa kedaluwarsa.
Dinilai, aktivitas perdagangan yang meningkat selama Ramadan sering dimanfaatkan oknum tertentu untuk menjual produk tidak layak konsumsi. Karena itu, sidak rutin diperlukan guna melindungi kesehatan masyarakat.
“Kami meminta dinas terkait melakukan sidak berkala, terutama terhadap makanan kemasan. Jangan sampai masyarakat dirugikan karena produk yang sudah kedaluwarsa masih dijual,” tegasnya beberapa waktu lalu
Untuk itu, pengawasan harga, ketersediaan stok beras,
serta keamanan pangan dapat berjalan beriringan sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap kebutuhan pokok maupun kualitas makanan yang dikonsumsi.-(*FJR/ADV)
















