Scroll untuk baca artikel
Iklan 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
AdvertorialBerauBeritaDPRD

Kurangnya Armada Ambulan, DPRD Minta Baznas Berau Maksimalkan Layanan Publik Dengan Hal Ini

5
×

Kurangnya Armada Ambulan, DPRD Minta Baznas Berau Maksimalkan Layanan Publik Dengan Hal Ini

Sebarkan artikel ini
filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 2;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 34;

ARAHNUSANTARA, TANJUNG REDEB – Keterbatasan jumlah ambulans yang dikelola Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Berau menjadi perhatian serius DPRD Berau (17/03/2026).

Kondisi ini dinilai berdampak langsung pada pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya bagi warga kurang mampu yang sangat bergantung pada fasilitas tersebut.

banner 325x300

Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, menegaskan bahwa penambahan armada ambulans Baznas harus segera direalisasikan guna menjawab tingginya kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, keberadaan ambulans bukan sekadar fasilitas pendukung, melainkan layanan vital yang menyangkut keselamatan dan penanganan darurat warga.

“Penambahan jumlah ambulans Baznas ini sudah sangat mendesak. Kita melihat kebutuhan di lapangan cukup tinggi, sementara ketersediaan armada masih terbatas,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam berbagai kasus, masyarakat kerap mengalami kesulitan mendapatkan layanan ambulans secara cepat akibat keterbatasan unit yang tersedia. Hal ini tentu berpotensi menghambat penanganan medis, terutama dalam kondisi darurat.

Sumadi menilai, secara umum permintaan terhadap layanan ambulans memang cenderung tinggi di berbagai daerah, bahkan sering kali tidak sebanding dengan jumlah armada yang tersedia.

Oleh karena itu, intervensi pemerintah daerah bersama Baznas sangat dibutuhkan.
Kabupaten Garut BAZNAS
Lebih lanjut, ia mendorong adanya sinergi antara pemerintah daerah, Baznas, serta pihak swasta melalui program CSR untuk mempercepat penambahan unit ambulans.

“Tidak bisa hanya mengandalkan satu sumber. Perlu kolaborasi, baik dari pemerintah, Baznas, maupun perusahaan melalui CSR, agar kebutuhan ini bisa segera terpenuhi,” tambahnya.

Ia juga menekankan bahwa peningkatan jumlah ambulans harus diiringi dengan optimalisasi layanan, termasuk kesiapan petugas dan sistem respons cepat agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Sumadi pun memastikan DPRD akan terus mengawal persoalan ini agar segera mendapatkan solusi konkret.

“Harapannya, ke depan tidak ada lagi masyarakat yang kesulitan mendapatkan ambulans saat dibutuhkan. Pelayanan kemanusiaan seperti ini harus menjadi prioritas,” tutupnya.(FJR/ADV)

BACA JUGA:  DPRD Berau Minta Pedagang Jaga Stabilitas Harga Jelang Idulfitri