ARAHNUSANTARA, BERAU (27/06/2026) – Menjelang pelaksanaan Maratua Music Festival, persoalan koneksi jaringan telekomunikasi di Pulau Maratua masih menjadi keluhan utama para pengunjung. Keterbatasan akses internet dinilai menghambat aktivitas wisatawan, baik untuk kebutuhan komunikasi, pekerjaan, maupun promosi destinasi wisata secara langsung.
Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah, mengingat ketersediaan jaringan yang memadai merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung sektor pariwisata, khususnya di kawasan destinasi unggulan seperti Maratua.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Berau, Didi Rahmadi, mengungkapkan bahwa penyediaan jaringan di wilayah tersebut hingga saat ini baru terealisasi sekitar 70 persen. Pembangunan tersebut merupakan hasil kerja sama antara Telkom Balikpapan dan Telkomsel Tarakan.
“Untuk jaringan di Maratua saat ini masih bergantung pada menara BTS yang berada di Derawan dan Tanjung Batu,” jelasnya.
Ia menambahkan, kualitas jaringan sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca. Jika cuaca memburuk, maka penerimaan sinyal menjadi tidak optimal, sehingga berdampak langsung pada kenyamanan pengguna.
Selain itu, keterbatasan jangkauan jaringan juga disebabkan belum tersedianya menara BTS di Pulau Maratua. Didi menyebutkan, apabila infrastruktur tersebut telah terbangun, maka cakupan jaringan diperkirakan dapat menjangkau radius 1 hingga 2 kilometer secara lebih maksimal.
Namun demikian, realisasi pembangunan menara BTS tersebut masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat. Pihak Diskominfo Berau, lanjutnya, telah melakukan berbagai upaya koordinasi guna mendorong percepatan pembangunan infrastruktur telekomunikasi di wilayah terluar tersebut.
“Koordinasi terus kami lakukan. Harapan kita bersama, perbaikan jaringan di Pulau Maratua sebagai salah satu wilayah terluar Kabupaten Berau dapat segera terealisasi secara maksimal,” pungkasnya.-(*F)
















