ARAHNUSANTARA, BERAU (25/08/2026) – Beberapa waktu lalu, Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud mengatakan, jika hujan tidak kunjung turun sampai batas waktu yang ditentukan, maka dirinya akan mengintrusikan pihak – pihak terkait untuk membuat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) keseluruh wilayah yang terdampak, termasuk wilayah Bumi Battiwakkal Kabupaten Berau.
Tepat dimulainya OMC (24/2026) yang melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). melakukan serangkaian modifikasi untuk merangsang terjadinya awan mendung, salah satunya menebar benih zat garam ke udara menggunakan pesawat ringan (perintis).
Tak sampai disitu, BNPB berkoordinasi dengan pihak Bandar Udara (Bandara) Kalimarau untuk menjadi posko selama berjalannya OMC diwilayah penerbangannya, ditambah bantuan Badan Meteologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Berau dalam upaya memantau proses cuaca yang sedang direkayasa.
Patah Atabri Kepala BLU Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kalimarau menjelaskan, sesuai intruksi pemerintah. Baik Daerah maupun Provinsi, timnya sudah berkoordinasi dengan BMKG, dan BNPB. Sebagai suplai logistik selama proses OMC berlangsung.
“Kami sementara membantu melakukan penyesuaian rute penerbangan domesitk, yang saat ini menjadi prioritas untuk Pesawat OMC mengudara,”jelasnya.
Selain itu peran Bandara Kalimarau juga sangat penting, selain koordinasi rute penerbangan dan penyediaan posko penampungan bahan garam, distribusi bahan bakar minyak juga terus disuport oleh Bandara melalui kerjasama dengan pihak Pertamina setempat.
Melalui peran aktif antar sektor, Patah optimis operasi ini akan berhasil merangsang awan hitam yang berujung pada turunnya hujan. Sehingga pemadaman Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumblah titik dapat teratasi, dan berujung pada kondisi udara yang kembali bersih tanpa adanya kabut asap.
“Terbukti beberapa titik sudah di terpa hujan sejak dimulainya OMC ini, , tinggal bagaimana memaksimalkan peran masing – masing unit pelaksana saja,”pungkasnya.–(*F)
















