ARAHNUSANTARA, TANJUNG REDEB (06/05/2026) – Upaya menekan angka stunting di Kabupaten Berau masih memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak. Salah satu langkah strategis yang terus didorong adalah meningkatkan konsumsi ikan di tengah masyarakat, khususnya bagi anak-anak.
Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, menegaskan bahwa pemenuhan gizi seimbang menjadi kunci utama dalam mencegah stunting. Dalam hal ini, ikan dinilai sebagai sumber pangan yang memiliki kandungan nutrisi penting, seperti protein tinggi dan asam lemak omega-3, yang berperan besar dalam mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak.
Menurutnya, potensi perikanan di Berau yang melimpah seharusnya dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Namun, tingkat konsumsi ikan yang belum ideal menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pencegahan stunting.
“Stunting tidak hanya berdampak pada tinggi badan anak, tetapi juga pada kualitas kecerdasan dan produktivitas di masa depan. Oleh karena itu, asupan gizi sejak dini, termasuk dari ikan, harus benar-benar diperhatikan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa gerakan gemar makan ikan harus diperkuat sebagai bagian dari solusi jangka panjang. Sosialisasi yang masif dinilai penting agar kesadaran masyarakat meningkat, tidak hanya di tingkat pemerintah, tetapi juga melibatkan sekolah, tenaga kesehatan, hingga keluarga sebagai lingkungan terdekat anak.
Peran orang tua pun menjadi faktor penentu dalam membentuk pola makan anak. Dengan membiasakan konsumsi ikan sejak dini, anak-anak diharapkan dapat memperoleh asupan gizi yang cukup untuk mencegah risiko stunting.
Selain itu, inovasi dalam pengolahan ikan juga perlu terus dikembangkan agar lebih menarik bagi anak-anak. Penyajian yang kreatif dan variatif diyakini mampu meningkatkan minat konsumsi, sehingga ikan tidak lagi dipandang sebagai menu yang kurang diminati.
“Berbagai olahan bisa di modifikasi sedemikian rupa, agar anak-anak tidak bosan dengan menu yang sama, “tambahnya.
Sumadi juga menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan program pemerintah dalam menurunkan angka stunting di berbagai daerah. Dengan memanfaatkan sumber daya lokal yang tersedia, upaya pencegahan dapat dilakukan secara berkelanjutan dan tepat sasaran.
“Ini bukan hanya soal makanan, tetapi investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” tutupnya.
Diharapkan, gerakan gemar makan ikan dapat menjadi kebiasaan masyarakat sehari-hari, sehingga upaya menekan stunting di Berau dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak nyata bagi masa depan anak-anak. (*)
















