Scroll untuk baca artikel
Iklan 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BerauBeritaDPRDPemerintahan

Penguatan Kelembagaan dan Kualitas Olahan, Kunci Kopi Lokal Berau Naik Kelas

1
×

Penguatan Kelembagaan dan Kualitas Olahan, Kunci Kopi Lokal Berau Naik Kelas

Sebarkan artikel ini

ARAHNUSANTARA, BERAU (07/05/2026) – Pengembangan komoditas kopi lokal di Kabupaten Berau dinilai membutuhkan langkah yang lebih terarah, tidak hanya dari sisi budidaya, tetapi juga pada penguatan kelembagaan petani hingga peningkatan kualitas olahan kopi.

Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina, menegaskan bahwa potensi perkebunan kopi di Berau cukup besar dan memiliki peluang untuk berkembang menjadi komoditas unggulan daerah. Namun, potensi tersebut perlu didukung dengan pengelolaan yang serius dan berkelanjutan.

banner 325x300

Menurutnya, salah satu langkah utama yang harus dilakukan adalah memperkuat kelembagaan petani melalui pembentukan kelompok tani. Dengan adanya kelompok tani, para petani akan lebih mudah mendapatkan pembinaan, bantuan sarana produksi, hingga akses pemasaran.

“Potensinya ada, tinggal bagaimana kita mendorong pengelolaannya agar lebih serius dan terarah. Kelompok tani menjadi pintu masuk untuk pembinaan yang lebih maksimal,” ujarnya.

Elita menjelaskan, keberadaan kelompok tani tidak hanya berfungsi sebagai wadah koordinasi, tetapi juga menjadi sarana peningkatan kapasitas petani, mulai dari teknik budidaya, proses panen, hingga pengolahan pascapanen.

Pendampingan yang tepat diyakini mampu meningkatkan kualitas biji kopi lokal sehingga dapat bersaing di pasar yang lebih luas.

Lebih dari itu, ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas olahan kopi lokal. Menurutnya, selama ini perhatian terhadap sektor hilir, seperti proses pengolahan dan penyajian produk, masih perlu ditingkatkan.

“Olahan kopi lokal harus naik kelas, baik dari segi cita rasa, kemasan, hingga standar kualitas. Ini yang perlu mendapat perhatian lebih dari OPD terkait agar petani tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi juga produk bernilai tambah,” jelasnya.

Ia mendorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk lebih aktif dalam memberikan pendampingan teknis kepada petani kopi. Mulai dari pelatihan fermentasi, teknik roasting, hingga manajemen pascapanen yang baik, sehingga kualitas hasil produksi dapat meningkat secara konsisten.

BACA JUGA:  Panas Ekstrim.!, ini Langkah Untuk Mengurangi Potensi Karhutla

Selain itu, tata kelola usaha juga menjadi hal penting yang harus diperhatikan.

Petani diharapkan mampu mengelola hasil produksi secara profesional, termasuk dalam hal pengemasan, branding, dan pemasaran agar mampu menembus pasar yang lebih luas.

“Kalau tata kelolanya baik dan kualitasnya meningkat, kopi Berau tidak hanya bisa memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga berpotensi masuk pasar nasional bahkan lebih luas,” terangnya.

Elita juga menyoroti tingginya kebutuhan kopi di Berau yang hingga saat ini masih banyak dipenuhi dari luar daerah. Kondisi tersebut menjadi peluang besar bagi petani lokal untuk memperkuat posisi di pasar sendiri.

Dengan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, OPD terkait, dan para petani, ia optimistis kopi lokal Berau dapat berkembang lebih maksimal dan berkelanjutan.

Diharapkan, upaya penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas olahan, serta perbaikan tata kelola dapat mendorong kopi lokal Berau naik kelas dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan petani. (*)