ARAHNUSANTARA, TANJUNG REDEB – Perhatian terhadap keberlangsungan peran Kesultanan di Kabupaten Berau kembali menjadi sorotan DPRD Berau. Dukungan anggaran dinilai penting untuk menjaga eksistensi lembaga adat yang memiliki nilai historis dan budaya tinggi di tengah masyarakat.
Anggota Komisi II DPRD Berau, Agus Uriansyah, menegaskan bahwa alokasi anggaran khusus untuk Kesultanan harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah, mengingat perannya bukan hanya simbol adat, tetapi juga bagian dari identitas daerah (18/03/2026)
Menurutnya, selama ini dukungan anggaran terhadap kegiatan dan operasional Kesultanan masih belum maksimal, padahal keberadaannya kerap dilibatkan dalam berbagai agenda budaya maupun kegiatan daerah.
“Kesultanan ini bukan hanya warisan sejarah, tetapi juga bagian dari jati diri masyarakat Berau. Maka sudah seharusnya ada perhatian khusus dari sisi anggaran,” ujarnya.
Ia menilai, keterbatasan anggaran yang diterima Kesultanan dapat berdampak pada terbatasnya ruang gerak dalam menjalankan fungsi adat dan pelestarian budaya. Padahal, keberadaan Kesultanan memiliki nilai strategis dalam menjaga kearifan lokal serta mendukung sektor pariwisata daerah.
Sejalan dengan itu, dorongan DPRD agar anggaran operasional Kesultanan menjadi prioritas juga telah disuarakan dalam berbagai forum, mengingat pentingnya menjaga keberlanjutan peran adat di tengah masyarakat.
Agus juga menekankan bahwa pengalokasian anggaran harus dilakukan secara terukur dan akuntabel, sehingga benar-benar digunakan untuk kegiatan yang berdampak pada pelestarian budaya dan penguatan identitas daerah.
“Yang kita dorong bukan hanya penambahan anggaran, tetapi bagaimana pengelolaannya tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata, baik dari sisi budaya maupun pariwisata,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mendorong adanya regulasi yang lebih jelas terkait dukungan pemerintah terhadap lembaga adat, agar keberlangsungan Kesultanan tidak bergantung pada kebijakan jangka pendek semata.
Dirinya memastikan DPRD Berau akan terus mengawal hal ini dalam pembahasan anggaran daerah, agar peran Kesultanan tetap terjaga dan mendapat dukungan yang layak.
“Ini bagian dari tanggung jawab kita bersama untuk menjaga warisan budaya. Jangan sampai nilai-nilai adat yang ada justru tergerus karena kurangnya perhatian,” tutupnya.(FJR/ADV)
















