ARAHNUSANTARA, TANJUNG REDEB- Bertempat di Ballroom SM tower diadakan kegiatan yang diinisiasi oleh Ketua Komisi X DPR Republik Indonesia, Fraksi Golkar Hetifah Sjaifudian, MPP. Dengan sub tema. Peran Strategis Mahasiswa Dalam Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi.
Kegiatan ini bekerja sama dengan salah satu Universitas Unggulan Kabupaten Berau yakni Universitas Muhammadiah (UM) Berau.
Turut dihadiri beberapa jajaran Petinggi Universitas, Rektor UMB H. Muhhamad Bayu yang diwakili, serta anggota partai sekaligus anggota DPR yang mewakili daerah, serta provinsi, yaitu Subroto Wakil Ketua 1 DPRD Berau dan Anggota DPRD Provinsi Fraksi Golkar Sarifatul syadiah.
Dalam sambutan singkatnya, Hetifah menjelaskan pentingnya peran Mahasiswa dalam menjaga keamanan serta penanganan Kekerasan di lingkungan Pendidikan terutama Kampus.
tak hanya itu, secara umum bully membully terjadi disemua lini kehidupan. Dan Hetifah menegaskan peran penting lingkungan sekitar untuk menjadi tembok dalam menghalau hal tersebut.
“Korban kekerasan ini sering mengarah ke perempuan, terutama dalam bentuk pelecehan dan sebagainya, untuk itu peran mentor dan kalangan pertemanan penting dalam melindungi hak dan penghargaan kepada mereka,”terangnya.
Simfoni PPA, mencatat, ditahun 2023 sebanyak 1.008 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kalimantan Timur.
6 persennya berasal dari Perguruan tinggi.
Menurutnya, rasa empati juga dinilai masih kurang di lingkungan yang ada. Disebabkan pengaruh sosial media yang memicu hal-hal tidak senonoh.
Demikian, peran berbagai stek holder harus menjadi lebih intens antara penegak hukum, tim sikologis dari dinas terkait untuk menangani korban kekerasan dan pelecehan ini, serta bersinergi agar kasus ini dapat di tekan semaksimal mungkin.
Sehingga Hetifah mendorong Pihak UMB harus membuat regulasi didalam lingkungan belajar. Agar menciptakan suasana yang kondusif, tanpa tindakan diskriminasi, pembullyan, serta pelecehan (Terutama pada perempuan).-(*FJR)
















