Scroll untuk baca artikel
Iklan 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDPRDPemerintahan

Tiket Bandara Kalimarau Nyaris Penuh Sejak Pertengahan Ramadan, DPRD Berau Soroti Sistem Booking dan Kesiapan Layanan

117
×

Tiket Bandara Kalimarau Nyaris Penuh Sejak Pertengahan Ramadan, DPRD Berau Soroti Sistem Booking dan Kesiapan Layanan

Sebarkan artikel ini

ARAHNUSANTARA, BERAU – Lonjakan penumpang pesawat di Bandara Kalimarau mulai terasa bahkan sejak pertengahan bulan Ramadan. Sejumlah jadwal penerbangan dari Berau dilaporkan hampir penuh karena tingginya mobilitas masyarakat yang memesan tiket lebih awal melalui sistem booking untuk perjalanan menjelang Idulfitri.

Anggota Komisi III DPRD Berau, Saga, menilai kondisi tersebut merupakan fenomena yang hampir selalu terjadi setiap tahun saat memasuki masa mudik Lebaran. Namun tahun ini, peningkatan pemesanan tiket terjadi lebih cepat karena banyak masyarakat yang telah melakukan booking penerbangan sejak pertengahan puasa.

banner 325x300

“Biasanya memang setiap menjelang Lebaran terjadi lonjakan penumpang. Tetapi sekarang kursi penerbangan sudah banyak yang terisi sejak pertengahan Ramadan karena masyarakat memesan tiket lebih awal melalui sistem booking,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tingginya tingkat keterisian kursi penerbangan dari Berau menunjukkan bahwa kebutuhan transportasi udara masyarakat cukup besar, khususnya bagi warga yang hendak mudik ataupun memiliki kepentingan di luar daerah.

Ia menilai kebijakan pemerintah pusat yang memberikan diskon tiket pesawat domestik juga turut mendorong masyarakat untuk memanfaatkan momen tersebut dengan merencanakan perjalanan lebih awal.

“Dengan adanya diskon tiket dari pemerintah, masyarakat tentu lebih tertarik untuk bepergian. Karena itu banyak yang langsung melakukan pemesanan sejak jauh hari,” jelasnya Beberapa waktu lalu.

Melihat tingginya permintaan penerbangan tersebut, Saga mengingatkan maskapai penerbangan serta pengelola Bandara Kalimarau untuk tetap menjaga kualitas pelayanan kepada penumpang.

Menurutnya, meningkatnya jumlah penumpang tidak boleh menjadi alasan menurunnya kualitas layanan, baik di area bandara maupun selama proses penerbangan berlangsung.

“Yang paling penting adalah pelayanan tetap maksimal. Jangan sampai karena penumpang meningkat, kualitas pelayanan justru menurun,” tegasnya.

Ia juga mendorong adanya koordinasi yang lebih intens antara pihak maskapai dan pengelola bandara untuk mengantisipasi potensi penumpukan penumpang, khususnya pada jam-jam sibuk keberangkatan.
Jika secara operasional memungkinkan, penambahan jadwal penerbangan juga dapat menjadi salah satu solusi untuk membagi kepadatan penumpang selama periode mudik Lebaran.-(*FJR/ADV)

BACA JUGA:  Dinas Pangan Akan Gelar Bazar Sembako Murah, DPRD Dorong Suplay Yang Tepat Sasaran