Scroll untuk baca artikel
Iklan 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BerauBeritaKaltimPemerintahan

Ratusan Hektare Siap Tanam, Pemerintah Ekspansi Komoditi ini untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani

145
×

Ratusan Hektare Siap Tanam, Pemerintah Ekspansi Komoditi ini untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Sebarkan artikel ini

ARAHNUSANTARA, TANJUNG REDEB – Mengawali tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Berau di bawah kepemimpinan Bupati Sri Juniarsih Mas memberikan bantuan bibit kakao kepada petani siap tanam dengan total luasan mencapai 200 hektare.

Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan bersama Dinas Perkebunan Kabupaten Berau, yang sekaligus memberikan pendampingan teknis kepada masyarakat tani sebagai bagian dari penguatan komoditas perkebunan daerah.

banner 325x300

Kepala Dinas Perkebunan Berau, Lita Nandini, menjelaskan bahwa bantuan bibit kakao ini merupakan hasil Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) bersama Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Dalam rakornas tersebut, Bupati Berau mengusulkan bantuan bibit kakao untuk luasan 100 hektare, namun usulan itu disetujui hingga 200 hektare.

“Usulan awal dari Ibu Bupati sebanyak 100 hektare, namun yang disetujui mencapai 200 hektare. Saat ini proses verifikasi masih berjalan dan kami menunggu disposisi untuk penentuan alokasi bantuan kepada masyarakat,” jelas Lita jumat (30/01/2026)

Ia menambahkan, setelah disposisi diterbitkan, Dinas Perkebunan akan menentukan apakah bantuan tersebut dapat direalisasikan pada tahun ini atau menyesuaikan dengan jadwal penyaluran dari kementerian.

Selain bantuan bibit kakao, Pemerintah Daerah melalui Dinas Perkebunan juga mengajukan permohonan bantuan bibit dan pupuk kelapa, masing-masing untuk Genjah Entok seluas 100 hektare serta Genjah Bido 100 hektare, yang menurut Kadisbun inj merupakan kelapa unggul dengan pokok pohon yang rendah.

“Apabila permintaan tersebut disetujui oleh kementerian, kami akan melakukan pendataan ulang terhadap para petani yang benar-benar siap tanam,” ujarnya.

Untuk penanaman kelapa, Dinas Perkebunan menyasar wilayah pesisir, mulai dari Kecamatan Tabalar hingga Kecamatan Biduk-Biduk, dengan proyeksi penyaluran ribuan bibit yang akan tentunya disesuaikan dengan potensi wilayah masing-masing.

Sementara itu, distribusi bibit kakao telah terorganisir di kampung-kampung binaan kakao yang selama ini bekerja sama dengan pihak ketiga.

BACA JUGA:  Tiga Bulan Pengungkapan, Berau Jadi Gerbang Masuk Kriminal Terutama Narkotika

Lita berharap, dengan adanya dukungan bibit dan pupuk dari Kementerian Pertanian, upaya pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan ekonomi berbasis hilirisasi komoditas perkebunan dapat berjalan optimal serta meningkatkan kesejahteraan petani kakao dan kelapa di Bumi Batiwakkal.- (*FJR)