ARAHNUSANTARA, TANJUNG REDEB – Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, berencana memperluas program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini difokuskan pada peserta didik. Ke depan, program tersebut juga akan menyasar kelompok lanjut usia (lansia) serta penyandang disabilitas.
Program ini disebut memiliki cakupan yang cukup besar. Secara nasional, jumlah penerima MBG untuk lansia dan penyandang disabilitas diproyeksikan mencapai lebih dari 100 ribu jiwa. Namun, pada tahap awal, pemerintah baru akan merealisasikan program tersebut kepada sekitar 36 ribu penerima manfaat.
“MBG ini sudah dicanangkan untuk lansia dan juga penyandang disabilitas. Namun pelaksanaannya dilakukan secara bertahap, dimulai sekitar 36 ribu jiwa. Semoga berjalan lancar,” ujar Saifullah Yusuf.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Berau, Iswahyudi, mengonfirmasi bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima arahan resmi dari pemerintah pusat terkait implementasi program MBG bagi lansia dan penyandang disabilitas di daerah.
Menurut Iswahyudi, diperlukan kajian dan tinjauan mendalam sebelum program tersebut dapat dilaksanakan di tingkat daerah.
Beberapa aspek yang perlu dipersiapkan antara lain ketersediaan bahan pangan, armada pendukung, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta penetapan kriteria penerima manfaat.
“Kami menilai perlu ada riset dan pemetaan terlebih dahulu, terutama terkait kesiapan daerah dalam menindaklanjuti kebijakan tersebut,” jelasnya.
Meski demikian, Iswahyudi menegaskan bahwa Dinas Sosial Kabupaten Berau siap melaksanakan program tersebut apabila telah ada mandat dan petunjuk teknis resmi dari pemerintah pusat.
“Memang belum ada arahan
resmi, tetapi jika sudah ada instruksi dan mandat, kami siap menjalankan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.-(*FJR)
















