ARAHNUSANTARA, BERAU (31/10/2026) – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Berau menggelar kegiatan Kembara dan Latansa pada Sabtu (31/10/2026). Kegiatan yang diperuntukkan bagi kader laki-laki 60 orang dan perempuan 120 orang ini menjadi salah satu agenda pembinaan rutin tahunan untuk memperkuat kedisiplinan, ketahanan fisik, serta kesiapan kader dalam menjalankan tugas dakwah dan pengabdian kepada masyarakat.
Kembara yang diikuti kader laki-laki dan Latansa bagi kader perempuan merupakan bagian dari perangkat tarbiyah atau pembinaan kader PKS. Melalui kegiatan ini, setiap kader diharapkan tidak hanya memperoleh pembinaan secara teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dalam membangun karakter, kedisiplinan, dan kemampuan bekerja sama.
Ketua Bidang Kepanduan dan Bela Negara (BKBN) Wilayah Kalimantan Timur dari PKS, M. Alimin, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu sarana pembinaan yang wajib diikuti kader setiap tahunnya.
Menurutnya, terdapat sejumlah tujuan utama yang ingin dicapai melalui pelaksanaan Kembara dan Latansa. Salah satunya adalah membentuk kedisiplinan kader, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, maupun dalam menjalankan aktivitas dakwah.
Selain itu, pembinaan juga diarahkan untuk meningkatkan ketahanan dan kekuatan fisik kader. Hal ini dinilai penting agar kader memiliki kesiapan dan kemampuan dalam menjalankan berbagai amanah serta aktivitas pengabdian ke depannya.
“Melalui kegiatan ini, kader dilatih untuk memiliki kedisiplinan, bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga dalam kehidupan keluarga dan aktivitas dakwah. Kemudian, fisik juga ditempa agar lebih kuat sehingga mampu menjalankan tugas dakwah ke depan,” jelas M. Alimin.
Sementara itu, Ketua DPD PKS Berau, Sumadi, S.E., menyampaikan bahwa kegiatan Kembara dan Latansa menjadi bagian penting dalam proses pembinaan kader. Tidak hanya membangun kedisiplinan dan ketahanan diri, kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian serta tanggung jawab sosial.
Melalui pembekalan dan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan, para kader diharapkan mampu mengimplementasikan nilai-nilai pembinaan ketika kembali ke lingkungan masing-masing.
Dengan demikian, manfaat kegiatan tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan saja. Kader juga diharapkan memiliki bekal pengetahuan, mental, dan keterampilan untuk terjun langsung ke tengah masyarakat, membantu menyelesaikan persoalan di lingkungan sekitar, serta berkontribusi dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
Kegiatan Kembara dan Latansa ini diharapkan mampu melahirkan kader yang tidak hanya memiliki kedisiplinan dan ketangguhan fisik, tetapi juga mempunyai kepedulian, semangat kebersamaan, serta kesiapan untuk mengabdi dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.–(*F)
















