Scroll untuk baca artikel
Iklan 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BerauBeritaDPRDPemerintahan

Musrenbang di Dua Kecamatan Kota, Sumadi Minta Tingkatkan Kemandirian Masyarakat Dengan Memanfaatkan CSR

64
×

Musrenbang di Dua Kecamatan Kota, Sumadi Minta Tingkatkan Kemandirian Masyarakat Dengan Memanfaatkan CSR

Sebarkan artikel ini

ARAHNUSANTARA, GUNUNG TABUR – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di Kecamatan Gunung Tabur berlangsung lancar pada Kamis (12/2/2026). Kegiatan ini dihadiri Bupati Berau Sri Juniarsih Mas, unsur DPRD, pemerintah kecamatan, kepala kampung, serta perwakilan lintas sektor.

Dalam forum tersebut, usulan yang mengemuka masih didominasi kebutuhan dasar masyarakat, terutama perbaikan dan pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan kesehatan, serta sektor pendidikan.

banner 325x300

Bupati Sri Juniarsih menyambut baik berbagai aspirasi yang disampaikan melalui kepala kampung dan perangkat desa. Menurutnya, Musrenbang menjadi ruang penting untuk memastikan program pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan warga.

Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, menilai pelaksanaan Musrenbang tahun ini memiliki tantangan tersendiri di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Karena itu, kampung-kampung didorong agar mampu menciptakan kemandirian ekonomi guna meningkatkan Pendapatan Asli Kampung (PAK).

Ia menyebut sumber pendapatan dapat digali dari berbagai potensi di masing-masing kampung, termasuk melalui pemanfaatan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Meski demikian, dukungan infrastruktur tetap menjadi faktor penting untuk memperlancar perputaran ekonomi, seperti akses jalan menuju sentra perkebunan serta sarana transportasi yang memadai.

Sumadi menambahkan, dari rangkaian Musrenbang yang telah berlangsung, termasuk di Kecamatan Tanjung Redeb di sore harinya, mayoritas usulan masyarakat juga berkutat pada peningkatan dan perbaikan sarana prasarana, mulai dari jalan, revitalisasi sekolah, hingga layanan kesehatan.

Menurutnya banyak permasalah urgent yang harus di tangani, seperti banjir yang kerap kali datang saat hujan dengan intensitas tinggi melanda sejumlah wilayah Tanjung Redeb, ini disinyalir karena drainase (parit) di sejumlah jalan tersumbat dan tidak dapat menampung air hujan yang banyak.

Solusi kongkrit saat ini masyarakat harus sering melakukan kegiatan gotong royong dalam upaya cepat dalam membersihkan lingkungan, terutama mengatasi volume kotoran yang masuk di parit pada drainase.

BACA JUGA:  Wajah Baru Produk Lokal Berau, (Blue Economy) Branding Dari Visual Batiwakkal

Ia pun mengajak masyarakat dan pemerintah untuk saling bahu-membahu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), salah satunya melalui perluasan lahan usaha bagi para petani. Langkah ini diharapkan berdampak pada meningkatnya pendapatan kampung sekaligus mendorong kemandirian desa dalam pengelolaan sektor perkebunan.

“Ini juga menjadi bagian dari upaya peralihan ekonomi. Dari yang sebelumnya bertumpu pada pertambangan, kita arahkan ke sektor perkebunan seperti kelapa dan kakao,” tandasnya.-(*FJR)