ARAHNUSANTARA, BERAU – Revitalisasi Ballroom Museum Batubara di Kecamatan Teluk Bayur telah rampung pada 2025. Namun hingga saat ini, pemanfaatannya belum berjalan maksimal akibat persoalan internal dalam struktur pengelolaan.
Kepala Bidang Pengembangan Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Samsiah menjelaskan bahwa kekompakan dan penataan struktur organisasi pengelola menjadi hal utama yang harus segera dituntaskan Senin (23/02/2026).
Menurutnya, belum adanya tindak lanjut dari Disbudpar bukan tanpa alasan. Permasalahan internal di Teluk Bayur dinilai cukup kompleks dan telah berlangsung selama bertahun-tahun.
“Banyak permasalahan yang harus dibenahi terlebih dahulu, kami hanya tinggal menunggu,” terangnya.
Selain persoalan organisasi, kendala juga muncul terkait akses menuju kawasan Gedung Batubara. Jalur masuk ke lokasi tersebut harus melewati area sekolah, sehingga setiap kunjungan wisatawan mengharuskan pengurus berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak sekolah setempat.
Kondisi ini menjadi tantangan dalam upaya mengoptimalkan fungsi ballroom sekaligus pengembangan kawasan wisata tersebut. Untuk itu, Samsiah meminta camat setempat dapat menginisiasi pertemuan bersama berbagai organisasi kepemudaan di Teluk Bayur guna menyelesaikan persoalan yang ada.
“Setelah persoalan pengelola Wisata selesai, kami akan mencoba membantu untuk melibatkan pihak ketiga untuk pengembangan Wisata, tentunya sebagai investor,”ujar samsiah
Ia berharap, dengan tuntasnya struktur pengelola kawasan wisata, progres pengembangan wisata bahari di Teluk Bayur dapat segera terealisasi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Sementara itu, anggota Komisi III DPRD Berau, Rahman, menilai persoalan internal pengelola pariwisata di Teluk Bayur harus segera diselesaikan dengan solusi yang komprehensif. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menghambat perkembangan ekonomi lokal.
“Banyak yang akan terhambat. Rencana pemerintah juga bisa dianulir kalau masalah internal tak kunjung diatasi,” tandasnya.
Rahman berharap penyelesaian persoalan ini mampu menciptakan pengelolaan wisata yang solid dan profesional. Ia optimistis, wisata bahari Teluk Bayur memiliki potensi besar untuk berkembang serta memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Berau.-(*FJR/ADV)
















