Scroll untuk baca artikel
Iklan 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BerauBeritaDPRDPariwisataPemerintahan

Lindungi Habitat, DPRD Minta Motoris Batasi Manuver Speedboat Agar….

62
×

Lindungi Habitat, DPRD Minta Motoris Batasi Manuver Speedboat Agar….

Sebarkan artikel ini

ARAHNUSANTARA, DERAWAN – Kabupaten Berau dikenal memiliki potensi wisata bahari yang unggul, terutama keindahan lautnya. Salah satu daya tarik utama adalah keberadaan penyu laut yang tersebar di sejumlah perairan, termasuk di kawasan Kepulauan Derawan.

Pulau Derawan menjadi salah satu habitat penting bagi penyu laut. Satwa dilindungi ini kerap dijumpai wisatawan saat berlibur dan bahkan menjadi ikon wisata daerah tersebut. Namun, belum lama ini beredar video yang memperlihatkan seekor penyu berukuran besar ditemukan mati dengan kondisi cangkang robek. Peristiwa itu sempat viral dan memicu perdebatan masyarakat.

banner 325x300

Kematian penyu tersebut disinyalir akibat terkena baling-baling speed boat yang melintas saat mengantar penumpang menuju Pulau Derawan.

Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Samsiah, menyayangkan kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa penyu merupakan satwa yang dilindungi undang-undang.

Perlindungan penyu diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, yang menyebutkan bahwa segala bentuk pengambilan, pembunuhan, dan perdagangan penyu laut dapat diancam hukuman penjara maksimal lima tahun serta denda hingga Rp100 juta.

Menurut Samsiah, pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah kampung setempat untuk segera menerbitkan Peraturan Kampung (Perkam) terkait pembatasan kecepatan speed boat saat mendekati dermaga.

“Perkam sudah terbit. Tinggal bagaimana penerapan langsung kepada motoris yang ada,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, menekankan pentingnya kesadaran para motoris untuk lebih berhati-hati saat mengemudikan speed boat, terutama di kawasan yang menjadi habitat penyu.

Ia mengingatkan bahwa pembiaran terhadap persoalan ini dapat berdampak pada penurunan populasi penyu dan secara tidak langsung mengancam citra Derawan sebagai destinasi wisata berbasis konservasi.

BACA JUGA:  Lima Ribu KMP, DPRD Minta Pengawasan Saat Pendistribusian Diperketat

“Memang sebaiknya speed yang akan menepi ke dermaga wajib mengurangi kecepatan, sehingga wisatawan juga bisa menikmati pemandangan penyu sebelum mendarat,” ujarnya.

Sumadi berharap koordinasi antara pemerintah kampung, pelaku usaha transportasi laut, serta instansi terkait dapat berjalan optimal. Dengan demikian, aktivitas wisata di Derawan tetap aman dan keberlangsungan habitat penyu dapat terjaga.-(*FJR/ADV).