Scroll untuk baca artikel
Iklan 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BerauBeritaKaltimPariwisataPemerintahan

Ikan Kaleng Khas Berau Siap Masuk Pasar, Tunggu Hasil Uji Mutu UGM

126
×

Ikan Kaleng Khas Berau Siap Masuk Pasar, Tunggu Hasil Uji Mutu UGM

Sebarkan artikel ini

ARAHNUSANTARA, TANJUNG REDEB – Kabupaten Berau yang dikenal kaya akan hasil laut bersiap melahirkan produk ikan kaleng khas daerah. Produk ini diharapkan tidak hanya unggul dari sisi cita rasa, tetapi juga memenuhi standar mutu dan memiliki daya saing di pasar yang lebih luas.

Saat ini, Dinas Perikanan Kabupaten Berau masih menunggu hasil uji mutu produk ikan kaleng yang dilakukan di Universitas Gadjah Mada (UGM).

banner 325x300

Tahapan tersebut menjadi langkah krusial sebelum produk resmi dipasarkan.
Kepala Dinas Perikanan Berau, Abdul Majid, mengatakan hasil uji laboratorium tersebut diperkirakan akan keluar dalam waktu dekat.

“Saat ini masih dalam proses uji di UGM. Mudah-mudahan tidak lama lagi hasilnya keluar. Setelah itu akan kami koneksikan ke BPOF agar produk ini benar-benar siap dan memenuhi standar,” ujar Abdul Majid saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (19/1/2026).

Ia menjelaskan, apabila seluruh tahapan berjalan lancar, ikan kaleng khas Berau tidak hanya akan dipasarkan di tingkat lokal, tetapi juga berpeluang menembus pasar luar daerah. Bahkan, produk tersebut direncanakan dapat digunakan sebagai bekal bagi jamaah haji.

Pengembangan produk ini juga sejalan dengan arahan Bupati Berau yang memberikan perhatian serius terhadap aspek perizinan dan kemasan produk.

“Bu Bupati sangat menekankan soal izin dan kemasan. Isinya harus berkualitas, tetapi kemasannya juga harus menarik agar memiliki nilai jual,” jelasnya.
Abdul Majid menegaskan, kualitas bahan baku menjadi faktor utama dalam proses produksi.

Menurutnya, ikan yang digunakan harus benar-benar layak karena sangat berpengaruh terhadap hasil akhir produk.
“Kalau bahan bakunya tidak baik, proses produksinya pasti terganggu.

“Karena itu, bahan baku menjadi perhatian utama kami,” tegasnya.

Menariknya, pengembangan ikan kaleng khas Berau ini juga melibatkan dunia pendidikan. SMKN 3 Tanjung Batu turut ambil bagian, tidak hanya sebagai pendukung tenaga kerja, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran bagi para siswa.

BACA JUGA:  "PDKT Berau Nyatakan Sikap"Dukung Indra Teguh Maju Sebagai Calon Ketua SMSI Kaltim

“Kami ingin anak-anak sekolah ikut terlibat dan belajar langsung. Ini bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia lokal yang memiliki keterampilan,” katanya.

Adapun bahan baku ikan direncanakan berasal dari wilayah pesisir Berau, seperti Talisayan dan sekitarnya. Selain itu, masyarakat sekitar, termasuk kelompok ibu-ibu, juga diharapkan dapat terlibat dalam aktivitas sentra pengolahan ikan.

Pada tahap awal, beberapa varian yang disiapkan antara lain ikan tuna dan cumi, menyesuaikan dengan ketersediaan hasil tangkapan nelayan.

“Kita mulai dari skala kecil. Namun, jika dikelola dengan serius, peluang bisnis perikanan ini sangat besar untuk berkembang,” pungkas Abdul Majid.-(*FJR).