Scroll untuk baca artikel
Iklan 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BerauBeritaDPRDPariwisataPemerintahan

Eco Wisata Batik Panaan Didorong Jadi Daya Tarik Wisata Kreatif Dengan Menekankan Hal ini

61
×

Eco Wisata Batik Panaan Didorong Jadi Daya Tarik Wisata Kreatif Dengan Menekankan Hal ini

Sebarkan artikel ini

ARAHNUSANTARA, BERAU – Produk batik unik dari Kampung Panaan kembali menjadi perhatian publik sekaligus mendapat sorotan dari DPRD Berau Rabu (24/02/2026).

Rudi Manungsong Anggota komisi II DPRD Berau menilai Batik Panaan yang menjadi nilai plus desa tersebut patut diapresiasi sebagai wujud kecintaan kepada Daerah.

banner 325x300

Menurutnya kreativitas masyarakat setempat dalam menciptakan batik dengan teknik dan motif khas dinilai punya potensi besar untuk dikembangkan sebagai bagian dari destinasi eco-wisata yang menarik pengunjung.

Tercatat, inovasi batik Panaan memiliki nilai estetika dan daya tarik budaya, namun prosesnya perlu diuji secara terukur, termasuk aspek keamanan, daya tahan, serta kelestarian bahan bakunya, agar dapat dipromosikan secara luas tanpa mengabaikan unsur ketahanan jangka panjang.

“Memang bahan alami yang menjadi nilai jual Batik ini, akan tetapi Perlu adanya uji berkala terlebih dahulu, dan kemudian hasilnya dapat menjadi tolak ukur sebagai standar keamanan bahan baku baru,”jelasnya.

Menurut rudi hal ini sejalan dengan tren pengembangan nilai tambah wisata berbasis kerajinan lokal yang ramah lingkungan serta hasil produksi teruji dan tahan lama.

Teknik pembuatan batik ramah ekologis seperti eco print yang menggunakan bahan alami telah menarik minat wisatawan yang datang ke Kabupaten Berau, khususnya mereka yang menyukai pengalaman wisata yang bersinergi dengan lingkungan dan budaya setempat.

Batik dengan motif dari alam atau yang memanfaatkan pewarna alami juga telah menjadi bagian dari perjalanan wisata kreatif di beberapa desa wisata di Berau (Desa Panaan).

Anggota dewan Komisi II ini berharap, pengembangan batik Panaan tidak hanya menguatkan sektor ekonomi kreatif, tetapi juga dapat diintegrasikan dengan strategi eco-turisme.

Dengan demikian, pengunjung tidak hanya menikmati pemandangan alam dan aktivitas wisata alam di kawasan seperti Puncak Rejeki di Panaan, tetapi juga terlibat dalam pengalaman belajar budaya lokal melalui workshop batik, pameran kerajinan, dan jejak wisata kreatif yang mendukung pelestarian lingkungan.

BACA JUGA:  Rawan Runtuh, Jalur Kendaraan Bermuatan Berat Dialihkan

Pengembangan batik sebagai bagian dari eco-wisata ini dinilai bisa menjadi pendukung utama peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat kampung Panaan.

Lebih jauh, upaya ini mendukung penguatan identitas Berau yang tidak hanya kaya akan keindahan alam, tetapi juga menyediakan pengalaman budaya yang autentik dan berkelanjutan bagi wisatawan lokal maupun internasional.-(*FJR/ADV)