BERAU – DPRD Kabupaten Berau melalui Komisi III meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk mengoperasikan kembali fasilitas Diving Decompression Chamber (DDC) di kawasan wisata selam Maratua dan Derawan.
Permintaan ini muncul setelah para penyelam profesional dan pemandu selam menyuarakan kekhawatiran terhadap belum difungsikannya alat keselamatan tersebut, meskipun fasilitasnya telah tersedia.
Hingga kini, chamber belum dapat digunakan karena ketiadaan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kewenangan operasional.
Anggota Komisi III DPRD Berau Rahman menjelaskan, Keselamatan Wisatawan dan Diver Prioritas Utama.
Dirinya menilai keberadaan decompression chamber merupakan fasilitas vital bagi kawasan wisata bahari kelas dunia seperti Maratua dan Derawan.
Aktivitas penyelaman memiliki risiko tinggi, terutama potensi penyakit dekompresi yang dapat menyebabkan kelumpuhan hingga kematian apabila tidak ditangani cepat menggunakan chamber khusus.
Menurut Rahman, membiarkan alat keselamatan tersedia namun tidak dapat digunakan sama saja meningkatkan risiko bagi penyelam lokal maupun wisatawan mancanegara saat malakukan aktivitas Diving.
“Untuk itu Pemerintah harus Segera mempersiapkan Operator dan sistem pengelolaan untuk Keselamatan para penyelam,”ujarnya beberapa waktu lalu.
Secara umum Anggota Komisi III ini meminta pemerintah daerah bersama instansi terkait untuk segera
menyiapkan tenaga operator bersertifikat,
memastikan standar operasional penggunaan alat berjalan optimal,
serta menjamin kesiapan layanan darurat penyelaman di kawasan wisata seperti pengoprasian DDC sebagai pertolongan pertama.
Disisi lain, persoalan utama bukan pada ketersediaan fasilitas, melainkan pada manajemen operasional yang harus segera diselesaikan agar alat dapat berfungsi optimal.
Berkaitan Langsung dengan Pariwisata Berau,
Rahman menegaskan keselamatan penyelam memiliki dampak langsung terhadap citra pariwisata Berau.
Maratua dan Derawan dikenal sebagai destinasi selam internasional yang setiap tahun menarik wisatawan dari berbagai negara.
Karena itu, keberadaan fasilitas keselamatan yang siap digunakan menjadi standar penting dalam pengembangan wisata bahari berkelanjutan.
Hingga dirinya berharap pemerintah daerah tidak menunda penyelesaian persoalan ini, mengingat kondisi darurat penyelaman tidak dapat diprediksi dan membutuhkan respons cepat.-(*FJR/ADV)
















