Scroll untuk baca artikel
Iklan 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BerauBeritaPemerintahanPeristiwa

BMKG Berau Mendesak Tambah Alat Observasi Laut Agar…..

140
×

BMKG Berau Mendesak Tambah Alat Observasi Laut Agar…..

Sebarkan artikel ini

TANJUNG REDEB – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menilai Kabupaten Berau sudah sangat membutuhkan penambahan alat observasi laut, khususnya di wilayah pesisir dan perairan strategis. Penambahan alat ini dinilai penting untuk meningkatkan akurasi informasi cuaca laut serta keselamatan masyarakat pesisir dan aktivitas transportasi laut.

Kepala BMKG Berau, Ade Heryadi, menjelaskan saat ini BMKG baru mampu menyajikan prakiraan cuaca dan tinggi gelombang secara detail hingga tujuh hari ke depan. Sementara untuk jangka panjang, informasi yang diberikan masih bersifat klimatologis atau data rata-rata.

banner 325x300

“Untuk jangka panjang, kami baru bisa menyampaikan gambaran iklim. Karena itu, keberadaan alat observasi laut sangat dibutuhkan agar data yang disampaikan lebih akurat dan real-time,” ujarnya.

Menurut Ade, secara kebutuhan wilayah, Berau sudah layak memiliki lebih banyak alat pengamatan laut. Saat ini, alat pengukur level air laut (tide gauge) masih terbatas, salah satunya berada di Pelabuhan Tanjung Batu dan merupakan milik BRIN.

BMKG berharap dapat bersinergi dengan Pemerintah Daerah untuk menambah jaringan alat pengamatan cuaca dan kondisi laut. Rencana pemasangan tide gauge tambahan oleh tim BMKG Balikpapan pun sudah ada, meski masih menunggu kesiapan anggaran dan lokasi.

“Semakin rapat jaringan alat, tentu informasinya semakin baik. Ke depan, Maratua juga idealnya dipasangi alat pengukur level air laut dan parameter kelautan lainnya,” jelasnya.

Data dari alat tersebut nantinya akan digunakan untuk memberikan informasi penting bagi nelayan, operator kapal, dan masyarakat pesisir, termasuk tinggi gelombang, arus laut, hingga potensi kenaikan muka air laut.

Selain itu, BMKG juga menyoroti kebutuhan alat pemantau maritim seperti AWS Maritim dan radar maritim. Namun, saat ini radar maritim masih diprioritaskan untuk wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Balikpapan.

BACA JUGA:  Bangun Masjid Demi Kebaikan Ummat, Rahman: Silahkan Pergunakan dan Penuhi Kewajiban Anda

Sementara untuk pemantauan gempa bumi, Ade memastikan kondisi Berau sudah ideal. Saat ini telah terpasang tiga seismograf di Teluk Bayur, Biduk-Biduk, dan Maratua, dan ini merupakan wilayah strategis dan berpotensi terkena proyeksi Gempa.

“Dengan tiga sensor gempa dalam satu kabupaten, informasi yang dihasilkan sudah real-time dan sangat memadai untuk mendukung keselamatan masyarakat, dan juga peringatan dini dapat diterima dengan cepat,”pungkasnya.-(*FJR)