ARAHNUSANTARA, BIATAN – Dalam rangka menampung dan menyerap aspirasi masyarakat, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan kunjungan kerja ke sejumlah kecamatan sekaligus menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang).
Di Kecamatan Biatan, Musrenbang dinilai menjadi titik awal untuk menjaring berbagai aspirasi masyarakat, baik terkait persoalan teknis kewilayahan maupun penentuan program prioritas pembangunan. Hal tersebut disampaikan Camat Biatan, Aidil Fitri, dalam laporannya.
Aidil mengungkapkan, salah satu permasalahan krusial yang masih dihadapi Kecamatan Biatan adalah persoalan tapal batas wilayah, baik antar kecamatan maupun dengan Kabupaten Kutai Timur, yang hingga kini masih memerlukan penyelesaian lebih lanjut.
Sementara itu, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas dalam sambutannya menegaskan bahwa Kecamatan Biatan memiliki potensi besar yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia mendorong masyarakat agar mampu menciptakan inovasi yang berorientasi pada kemandirian ekonomi.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang berlaku secara nasional, Sri menyebutkan bahwa sejumlah program prioritas tetap berjalan di Kecamatan Biatan. Salah satunya adalah peningkatan infrastruktur jalan menuju destinasi wisata Kampung Karangan.
Selain infrastruktur, pemenuhan fasilitas dasar juga menjadi kebutuhan mendesak, khususnya untuk mendukung sektor kesehatan dan pendidikan, guna mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas.
“Peningkatan jalan menuju kawasan wisata menjadi sangat penting untuk membuka akses publik. Hal ini tidak hanya mendukung kegiatan rekreasi, tetapi juga membuka peluang usaha bagi masyarakat dan berdampak signifikan terhadap peningkatan ekonomi lokal,” ujar Sri di hadapan ratusan masyarakat yang hadir.
Lebih lanjut, Sri juga menyinggung keberhasilan wisata unggulan Kecamatan Biatan, yakni Air Panas Perampak, yang berhasil meraih predikat pertama Arindama dalam kategori pembangunan pariwisata dan ekonomi kreatif.
Untuk mempertahankan prestasi tersebut, ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan kawasan wisata serta menerapkan sistem pengelolaan sampah yang baik.
Menurutnya, pengelolaan sampah yang tepat tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga dapat bernilai ekonomis dan mendukung terwujudnya konsep wisata Sapta Pesona.
Dari delapan kampung yang hadir dalam Musrenbang tersebut, tercatat sebanyak 184 usulan yang disampaikan. Usulan-usulan tersebut selanjutnya akan diseleksi dan diprioritaskan untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kebutuhan peningkatan kualitas hidup masyarakat Kecamatan Biatan.-(*)
















