ARAHNUSANTARA, TANJUNG REDEB – Rencana pembangunan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di kawasan Perum Korpri dipastikan belum dapat direalisasikan pada tahun 2026. Hal tersebut disebabkan belum tuntasnya permasalahan lahan yang akan digunakan.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Berau, Mardiatul Idalisah, mengatakan meski pembangunan SMP baru sudah masuk dalam perencanaan, kendala lokasi membuat pelaksanaannya tertunda. Sebagai solusi, Disdik Berau akan menambah Ruang Kelas Belajar (RKB) di SMP Negeri 2 Tanjung Redeb.
“Untuk sementara, solusi yang kami ambil adalah penambahan RKB agar seluruh siswa tetap bisa terakomodasi,” ujar Mardiatul saat ditemui, Kamis (8/1/2026).
Ia menjelaskan, sebelumnya SMPN 2 mengalami kekurangan ruang kelas sehingga sejumlah siswa, termasuk pendaftar baru, tidak tertampung.
Penambahan RKB ini juga menjadi upaya pemerataan akses pendidikan bagi siswa yang berada di zona sekitar SMPN 2.
Pada tahun 2026, Disdik Berau merencanakan pembangunan delapan RKB di SMPN 2 Tanjung Redeb yang berlokasi di Jalan Pulau Panjang. Penambahan tersebut diharapkan mampu menampung seluruh kebutuhan daya tampung siswa di sekolah tersebut.
Hal ini juga menjadi perhatian khusus terutama Warga yang bermukim di daerah Gunung Panjang, beberapa waktu lalu Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi SE melakukan reses ke sejumlah Daerah Pilihan (Dapil).
Dari beberapa aspirasi yang disampaikan masyarakat. Sumadi menyoroti belum adanya sekolah setingkat SMP yang berada di wilayah tersebut, sehingga beberapa anak harus menempuh perjalanan yang cukup jauh hanya agar mendapatkan pendidikan.
“Ini menjadi penting, harus adanya solusi untuk menambahkan Sekolah setingkat SMP di wilayah Gunung Panjang. Agar kedepannya Anak- anak bisa menempuhnya pendidikan tanpa terhalang jarak.” jelasnya.
Sumadi berharap solusi kongkret dari pemerintah untuk segera menyelesaikan permasalahan lahan ini, agar pemenuhan akan pendidikan dapat terpenuhi dan demi memajukan generasi penerus bangsa yang berprestasi.-(*FJR)
















