ARAHNUSANTARA, GUNUNG TABUR – Masyarakat Kabupaten Berau kembali disuguhkan hiburan sekaligus ruang ekonomi kreatif melalui kehadiran Pasar Barambang, sebuah pasar tradisional yang menghadirkan aneka jajanan khas daerah Berau dengan latar keindahan visual kawasan Gunung Tabur.
Pasar Barambang yang digelar di kawasan tepian Gunung Tabur, tepatnya di Jalan Kuran dengan latar Museum Gunung Tabur, menjadi wadah bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal untuk memasarkan produk kuliner khas daerah. Beragam jajanan tradisional dijajakan, mulai dari telinga sagai, ancur paddas, hingga berbagai makanan lokal lainnya.
Kolaborasi antara kuliner khas Berau dan panorama alam serta visual Museum Gunung Tabur membuat pasar ini ramai dikunjungi masyarakat dari berbagai wilayah. Selain berburu kuliner, pengunjung juga menikmati hiburan, bersantai, hingga berfoto ria di kawasan museum yang menjadi ikon sejarah Gunung Tabur.
Pembukaan Pasar Barambang berlangsung meriah dengan berbagai pertunjukan seni. Sejumlah penampilan ditampilkan, di antaranya grup drumband SMP Negeri 1 Gunung Tabur, serta pembawaan lagu-lagu khas daerah Berau yang dinyanyikan langsung oleh para penciptanya.
Ketua Panitia Pasar Barambang, Anang Saprani, saat diwawancarai awak media menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya pemerintah setempat untuk mewadahi UMKM lokal dan pedagang umum guna meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat melalui bazar kuliner khas daerah.
“Barambang memiliki arti saling merangkul, untuk memperkokoh kedekatan antar masyarakat, khususnya warga Gunung Tabur,” ujarnya.
Pasar Barambang dijadwalkan berlangsung selama satu pekan, mulai 17 hingga 24 Januari 2026, dan akan dimeriahkan dengan penampilan sejumlah artis lokal hingga nasional selama pelaksanaan acara.
Sementara itu, Panitia Penyelenggara Pasar Barambang, Mardiatul Idalisah, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan aspirasi langsung dari masyarakat Gunung Tabur.
Menindaklanjuti permintaan tersebut, dirinya bersama tim segera membentuk kepanitiaan dan mempersiapkan seluruh rangkaian acara.
“Pada malam ini Pasar Barambang resmi dibuka. Ini adalah hasil kerja bersama seluruh tim dan unsur terkait. Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat,” tuturnya.
Mardiatul, yang akrab disapa Ibu Lis ini, berharap Pasar Barambang dapat terus eksis dan menghadirkan kolaborasi yang berbeda pada setiap penyelenggaraan ke depan.
“Ini adalah awal yang baik. Saya berharap kegiatan ini berjalan aman dan kondusif hingga penutupan, serta Pasar Barambang dapat terus berlanjut secara konsisten sebagai wadah UMKM lokal dan jajanan tradisional lainnya,” pungkasnya.
(*FJR)
















