Scroll untuk baca artikel
Iklan 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BerauBeritaEkonomiNasionalPemerintahanPendidikan

Hari Santri Nasional, Perkuat Persatuan dan Kerukunan Menuju Indonesia Emas

72
×

Hari Santri Nasional, Perkuat Persatuan dan Kerukunan Menuju Indonesia Emas

Sebarkan artikel ini
filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; hdrForward: 0; highlight: false; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 8;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 39;

ARAHNUSANTARA, BERAU (22/10/2026) – Peringatan Hari Santri Nasional 2026 menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, menjaga kerukunan, serta mendorong lahirnya generasi unggul yang berakhlak dan berdaya saing demi mewujudkan Indonesia Emas.

Hal tersebut tercermin dalam pelaksanaan upacara Hari Santri Nasional yang digelar di halaman Kantor Bupati Berau, Kamis (22/10/2026). Kegiatan berlangsung khidmat dengan diikuti para santri dan santriwati dari sejumlah pondok pesantren di Kabupaten Berau.

banner 325x300
Upacara tersebut mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Dalam sambutan Wakil Bupati Berau, Gamalis, yang dibacakan Asisten I Setkab Berau, Hendratno, disampaikan bahwa santri memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga nilai-nilai perjuangan kemerdekaan sekaligus menjadi bagian penting dalam memajukan bangsa.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul agar mampu bersaing dan berdiri sejajar dengan bangsa lain. Untuk mewujudkan hal tersebut, generasi muda perlu dibekali penguasaan teknologi, pengetahuan, serta akhlak yang baik.

Pendidikan pesantren juga dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa. Melalui modernisasi pesantren dan pemanfaatan teknologi, para santri diharapkan mampu mengembangkan potensi diri sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan zaman.

 

“Man jadda wa jada, barang siapa yang bersungguh-sungguh, maka dia akan berhasil. Ini merupakan salah satu moto yang dikenal dalam dunia pesantren,” ujarnya.

Ia menegaskan, karakter santri yang kuat, berlandaskan nilai-nilai agama dan moral, menjadi modal penting dalam menjaga identitas bangsa. Dengan bekal tersebut, santri diharapkan tidak hanya mampu menghadapi perkembangan zaman, tetapi juga berkontribusi nyata dalam pembangunan dan menjadi generasi penerus yang membawa Indonesia menuju masa depan lebih baik.

Di akhir sambutan, Hendratno juga menyampaikan pesan Kementerian Agama Republik Indonesia agar para santri dapat menjadi pelopor persatuan dan kerukunan antarumat beragama maupun dalam kehidupan bermasyarakat secara luas.

BACA JUGA:  Kurangnya Guru Agama Kristen Di Kampung, Kadisdik Koordinasi Dengan Pihak Gereja Untuk memenuhi Hak Belajar Siswa Beragama Lain

Menurutnya, menjaga keharmonisan harus dimulai dari lingkungan masing-masing, sehingga tercipta suasana yang damai dan saling menghormati. Hal ini penting untuk mempertahankan persatuan sekaligus menjaga harkat dan martabat bangsa Indonesia di tengah keberagaman.

Melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026, para santri diharapkan terus memperkuat nilai keagamaan, meningkatkan kapasitas diri, serta mengambil peran dalam menjaga persatuan dan mewujudkan cita-cita Indonesia Emas. –(*F)