ARAHNUSANTARA, BERAU – Sektor pariwisata dinilai harus menjadi tulang punggung perekonomian Kabupaten Berau dalam menghadapi potensi peralihan menuju ekonomi berkelanjutan di masa mendatang.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, usai mengikuti Rapat bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Senin (04/05/2026).
Sumadi menilai, upaya promosi pariwisata yang dilakukan selama ini masih belum maksimal, terutama dalam menjangkau dan melibatkan masyarakat secara langsung.
Ia juga menyoroti kendala di sektor pendukung, seperti tingginya biaya operasional, khususnya harga bahan bakar minyak (BBM), yang turut memengaruhi pengembangan potensi wisata, terutama di wilayah pesisir dan kelautan.
“Ini baru satu sektor, bagaimana dengan sektor lainnya yang juga membutuhkan perhatian serius,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sumadi mendorong agar seluruh OPD memiliki formulasi konkret dalam meningkatkan daya beli masyarakat. Ia menilai, hingga saat ini sektor pariwisata di Berau masih didominasi oleh wisatawan dari kalangan menengah ke atas, sehingga belum sepenuhnya inklusif bagi masyarakat luas.
Sebagai langkah solusi, ia mengusulkan agar pemerintah daerah mulai memberikan intervensi melalui skema subsidi, khususnya bagi pelaku usaha pariwisata. Hal ini diharapkan dapat menekan biaya layanan, sehingga harga yang ditawarkan kepada wisatawan menjadi lebih terjangkau.
Dengan demikian, dampak ekonomi dari sektor pariwisata diharapkan dapat dirasakan lebih merata, terutama oleh masyarakat menengah ke bawah.
Sumadi optimistis, melalui kolaborasi yang terencana antara pemerintah daerah dan masyarakat, sektor pariwisata Berau mampu menjadi penggerak utama ekonomi daerah, sekaligus menghadapi tantangan kondisi ekonomi yang dinilai masih fluktuatif saat ini.-(*FJR)
















