ARAHNUSANTARA, BERAU (03/05/2026) – Rencana pembangunan jembatan permanen yang menghubungkan tiga kampung di Kecamatan Sambaliung, khususnya Kampung Pegat Bukur, menjadi langkah strategis pemerintah dalam menjawab persoalan akses yang selama ini yang mengkhawatirkan akibat kondisi geografis.
Selama ini, jalur penghubung antara Kampung Pegat Bukur, Bena Baru, dan Inaran sering mengalami kerusakan hingga longsor, bahkan nyaris memutus akses transportasi masyarakat.
Kondisi tersebut diperparah oleh struktur tanah yang labil serta curah hujan tinggi, sehingga penanganan sementara kerap tidak bertahan lama, baik yang dilakukan oleh perusahaan bahkan swadaya masyarakat.
Sebagai akses utama masyarakat menuju pusat ekonomi di Tanjung Redeb, terputusnya jalur ini berdampak langsung terhadap mobilitas warga, kendaraan roda empat kerap tidak dapat melintas, sementara roda dua harus melalui jalur berisiko tinggi.
Dampak yang ditimbulkan tidak hanya pada aspek transportasi, tetapi juga pada keberlangsungan ekonomi masyarakat. Distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok menjadi terhambat, yang berpotensi meningkatkan biaya logistik serta menurunkan daya jual komoditas lokal. Selain itu, aktivitas perdagangan dan akses layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan ikut terganggu akibat keterbatasan konektivitas.
Sekertaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Bambang Sugianto menerangkan perencanaan pembangunan jembatan ini ialah respon dari masyarakat yang melewati jalur penghubung dan merasakan kontur tanah yang semakin tidak menentu.
“Upaya telah dilakukan, seperti tambal atau membuat bendungan Kiri dan kanan jalan. Akan tetapi kondisi yang tak menentu dapat merubah kontur tanah sehingga berpotensi longsor kembali,”paparnya.
Selama ini, pemerintah melalui DPUPR hanya dapat melakukan penanganan sementara, seperti penimbunan jalan atau pemasangan jembatan bailey sebagai solusi darurat agar akses tetap bisa dilalui.
Namun, solusi tersebut dinilai belum mampu menjawab persoalan secara menyeluruh. Oleh karena itu, pembangunan jembatan permanen menjadi kebutuhan mendesak guna memastikan konektivitas yang stabil dan berkelanjutan bagi masyarakat di tiga kampung tersebut.
Realisasi pembangunan jembatan permanen ini diharapkan tidak hanya memulihkan akses transportasi, tetapi juga menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan akses yang lancar, distribusi barang dan jasa akan lebih efisien, membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat serta mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah pedalaman Kabupaten Berau.
Ke depan, kehadiran jembatan permanen ini menjadi simbol komitmen pemerintah dalam menghadirkan infrastruktur yang mampu menjawab kebutuhan dasar masyarakat, sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah sebagai fondasi utama pembangunan daerah.-(*FJR)
















