ARAHNUSANTARA, TANJUNG REDEB – Puluhan masyarakat Kampung Biatan Ilir menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor Bupati Berau, Rabu (4/03/2026).
Aksi tersebut merupakan bentuk tuntutan warga agar pemerintah daerah segera mengambil langkah pengamanan terkait persoalan tapal batas antara Kampung Biatan Ilir dan Kutai Timur.
Permasalahan batas wilayah ini disinyalir telah berlangsung selama kurang lebih 12 tahun tanpa penyelesaian yang jelas. Warga menilai hingga kini belum ada titik terang yang mampu memberikan kepastian hukum atas wilayah dan lahan yang dipersoalkan.
Dalam prosesnya, massa meminta Pemerintah Kabupaten Berau segera bertindak tegas, baik melalui koordinasi lintas daerah maupun langkah konkret di lapangan. Mereka juga mendesak adanya kepastian administratif agar konflik serupa tidak terus berulang dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Aksi yang berlangsung sejak pagi hari itu kemudian dilanjutkan dengan hearing di ruang pertemuan bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Berau.
Dalam forum tersebut, sempat terjadi adu argumen dan suasana bersitegang antara perwakilan kampung dan pihak pemerintah.
Beruntung, situasi dapat dikendalikan setelah aparat penegak hukum dari kepolisian serta Satpol PP juga TNI turun tangan menengahi jalannya diskusi sehingga hearing dapat diselesaikan dengan kondusif.
Usai hearing, Kepala Kampung Biatan Ilir, Abdul Hafit, menyampaikan bahwa pemerintah kampung menginginkan adanya langkah nyata berupa pendirian pos pengamanan di wilayah perbatasan. Menurutnya, kondisi kampung saat ini dinilai sudah tidak lagi kondusif akibat ketidakjelasan batas wilayah tersebut.
Adapun permintaan kampung terkait penyelesaian permasalahan teritorial ini diantaranya: pemerintah diminta untuk segera menyelesaikan permasalahan tapal batas ini, adannya pertemuan resmi untuk menentukan batas wilayah antara kedua pemerintahan.
“Kami meminta adanya pos pengamanan sebagai bentuk pertahanan daerah di wilayah perbatasan. Ini penting agar situasi tetap terkendali dan masyarakat merasa aman,” tegasnya.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Berau bersama Pemerintah Kabupaten Berau dapat segera merealisasikan permintaan tersebut serta mempercepat penyelesaian sengketa tapal batas yang telah berlangsung lebih dari satu dekade itu. Warga pun menaruh harapan besar agar persoalan ini segera menemukan solusi yang adil dan berkekuatan hukum tetap.-(*FJR)
















