Scroll untuk baca artikel
Iklan 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BerauBeritaDPRDPemerintahanPeristiwa

Soroti Kenakalan Remaja, DPRD Dorong Peran Orang Tua dan Sekolah Diperkuat

67
×

Soroti Kenakalan Remaja, DPRD Dorong Peran Orang Tua dan Sekolah Diperkuat

Sebarkan artikel ini
filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (0.45740741, 0.44791666);sceneMode: 2;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 40;

ARAHNUSANTARA, BERAU – Fenomena kenakalan remaja di Kabupaten Berau dinilai semakin memprihatinkan. Sejumlah kasus yang melibatkan remaja belakangan ini menjadi perhatian serius berbagai pihak, termasuk DPRD.

Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, saat dihubungi melalui WhatsApp menegaskan bahwa persoalan kenakalan remaja harus ditanggapi secara serius dan menyeluruh.

banner 325x300

Menurutnya, peran orang tua di rumah menjadi pondasi utama dalam membentuk karakter anak sebagai bekal mereka dalam bersosialisasi di lingkungan masyarakat.

“Perlu adanya kontrol, baik dari sisi orang tua maupun pemerintah sebagai pengawas sekaligus penegak aturan di masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengusulkan adanya pembatasan aktivitas malam bagi remaja usia sekolah guna mengurangi potensi terjadinya tindakan menyimpang. Menurutnya, batasan jam malam dapat menjadi salah satu langkah baik untuk menekan aktivitas anak di malam hari.

“Perlu adanya pembatasan bagi remaja sekolah untuk aktivitas di malam hari. Mungkin dari pukul 19.00 sampai 23.00 sudah menjadi batas agar anak berada di rumah,” jelasnya.

Sumadi menilai bahwa pembiaran terhadap perilaku anak tanpa batasan yang jelas dapat berdampak pada lunturnya nilai etika dan moral mereka.

Ia mengingatkan bahwa tindakan anarkis maupun perilaku menyimpang akibat pergaulan bebas dapat menjadi ancaman serius, baik bagi lingkungan keluarga maupun kehidupan sosial masyarakat.

Selain peran orang tua, ia juga meminta pemerintah melalui lembaga pendidikan agar turut aktif membina karakter generasi muda. Yamg menurutnya, memiliki posisi strategis sebagai “orang tua kedua” bagi para siswa.

“Tak hanya nilai akademik yang menjadi fokus. Alangkah baiknya jika sekolah juga membimbing siswa dalam hal budi pekerti melalui pendekatan yang humanis,” paparnya.

Dengan sinergi yang baik antara orang tua dan sistem pendidikan yang bermartabat serta ramah bagi siswa, Sumadi meyakini generasi muda Berau dapat tumbuh menjadi aset berharga bagi daerah bahkan negara.-(*FJR/ADV)

BACA JUGA:  Musrenbang Segah, Lima Isu Prioritas Jadi Perhatian Bupati